oleh

OJK kasihki Solusi Keringanan Cicilan, Begini Tawwa Caranya

GAMASI. COM,  MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  KR6 menggelar pertemuan dengan media di Sulsel melalui video conference,  selasa (19/5/2020).

Dalam pertemuan daring tersebut,  Kepala OJK Moh.  Nurdin Subandi mengatakan,  stabilitas sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan sampai Maret 2020 masih dalam kondisi normal, “Kondisi ini didukung permodalan dan likuiditas yang memadai dengan fungsi intermediasi sektor jasa keuangan masih membukukan kinerja positif dan profil risiko industri jasa keuangan tetap terkendali , meski terjadi sedikit
perlambatan karena perekonomian tertekan akibat merebaknya virus Corona di banyak Negara.

Sementara itu, kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan Maret 2020 bergerak sejalan dengan perkembangan yang terjadi di perekonomian domestik dan tekanan
pandemi coronavirus disesase ini.

Kredit bank umum mencatat pertumbuhan positif sebesar 1,47% yoy menjadi sebesar Rp122,91 T .

Piutang pembiayaan Perusahaan
Pembiayaan mengalami pertumbuhan positif sebesar 6,98% yoy menjadi sebesar
Rp13,82 T. Adapun pembiayaan melalui Perusahaan Pergadaian tumbuh sebesar 27,20% yoy menjadi sebesar Rp4,66 T.

Rasio NPF Perusahaan Pembiayaan sebesar 2,48%. Fokus kebijakan OJK untuk antisipasi dampak covid-19 yaitu meredam volatilitas dari pasar keuangan melalui berbagai kebijakan dalam menjaga kepercayaan investor dan menjaga stabilitas pasar, memberi nafas bagi sektor riil dan informal untuk dapat bertahan dimasa pandemi covid-19 melalui relaksasi restrukturisasi kredit/pembiayaan.

Sementara untuk Perusahaan Pembiayaan (POJK 14/POJK.05/2020) yang beroperasi di daerah.
Untuk mendapatkan kebijakan restrukturisasi debitur diharapkan dapat aktif melapor dan mengikuti pedoman/tata cata pengajuan yaitu :
1. mengajukan permohonan ke bank/perusahaan pembiayaan,
2. mengisi formulir permohonan restruktirisasi sesuai dengan standar dari bank/perusahaan pembiayaan disertai data/Informasi yang diperlukan.
3. debitur tidak harus datang ke bank/perusahaan pembiyaan, cukup mengunduh formulir dan mengirimnya kembali melalui saluran komunikasi resmi yang ditetapkan oleh bank/perusahaan pembiayaan (email/ehatsapp/lainnya)
4. bank/perusahaan pembiayaan akan melakukan asesmen termasuk yang terdampak langsung atau tidak langsung antara lain:
➢ Debitur yang beritikad baik dan sektor yang terkena dampak Covid-19;
➢ Prioritas debitur pekerja informal, berpenghasilan harian,dan usaha mikro dan usaha kecil(UMKM) serta KUR Bersubsidi dengan nilai kredit sampai dengan Rp. 10 Miliar;
➢ Debitur dengan kolektibilitas Lancar sebelum Covid 19;
➢ Pemilik NPWP dan pembayar pajak yang taat;
➢ Tidak termasuk Daftar Hitam Nasional (DHN); dan
➢ Pemegang unit kendaraan bermotor/jaminan untuk leasing.
dan memutuskan diterima atau tidaknya permohonan disertai penjelasan
5. biaya yang timbul (jika ada) wajib dijelaskan oleh bank/ perusahaan pembiayaan
termasuk seperti kewajiban tambahan premiasuransi dan administrasi.
6. Bank/Perusahaan Pembiayaan atas hasil assessment menyampaikan persetujuan rekstrukturisasi kepada nasabah.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed