oleh

Rektor Unismuh Prof Ambo Asse Uji coba Alat Rukyatul Hilal

Radiogamasi.com, Makassar – Teleskop pemantau Hilal atau yang lebih dikenal dengan Rukyatul Hilal yang saat ini alatnya sudah dimiliki Universitas Muhammadiyah Makassar mulai diujicobakan, di lantai 18 Gedung Iqra Kampus Unismuh Makassar, Sabtu 10 Juli 2021.

Proses observasi Rukyatul Hilal ini dimulai dari Rektor Prof Ambo Asse kemudian disusul oleh para wakil rektor, mulai dari wakil rektor I, II, III dan IV, para dekan, karyawan serta sejumlah dosen Unismuh peserta pelatihan ilmu falak.

Rukyatul Hilal dengan alat teleskop yang baru didatangkan dari Yogyakarta ini diujicobakan sekaligus untuk mengamati bulan baru tanda masuknya awal bulan Dzulhijjah 1442 H pada saat matahari terbenam.

Rektor Prof Ambo Asse, usai observasi Rukyatul Hilal mengatakan dengan adanya alat pemantau Hilal di Kampus Unismuh Makassar dapat menjadi pusat laboratorium bagi Jurusan Ilmu Falak Unismuh Makassar

Ini juga lanjut Prof Ambo Asse sebagai langkah awal pengetahuan bagi dosen Ilmu Falak Unismuh Makassar sebelum melakukan praktek dengan mahasiswanya.

Rektor juga dalam kesempatan ini sekaligus menepis jika ada anggapan yang mengatakan Muhammadiyah sudah beralih dari hisab ke rukyah.

“Jangan pernah ada yang berpikir Muhammadiyah sudah beralih dari hisab ke rukyah. Melihat awal bulan dengan perhitungan hisab sudah sangat valid dan sangat meyakinkan kebenarannya, “tandas Rektor Prof Ambo Asse.

Lebih lanjut, Prof Ambo mengatakan, alat teleskop pemantau hilal yang ditempatkan di lantai 18 Gedung Iqra Kampus Unismuh sebagai Observatorium.

Dikatakan, kalau di Makassar belum ada tempat khusus yang dibangun oleh pemerintah yang seperti dimiliki Unismuh saat ini.

Wakil Rektor IV, Ustadz Mawardi Pewangi mengatakan, alat teleskop pemantau Hilal sangat penting untuk pengembangan Ilmu Falak di Unismuh. Khusus di lingkungan PTM, kata Ustadz Mawardi baru tiga PTM di Indonesia yang memiliki teleskop pemantau Hilal, yakni Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Unismuh Makassar.

Kedepan lanjut Ustadz Mawardi Pewangi akan membangun observatorium di lantai 18. Tempat dan alat yang ada di lantai 18 nantinya akan menjadi tempat praktek bagi, mahasiswa dan sekaligus menjadi tempat pendidikan bagi pelajar mulai tingkat sekolah dasar hingga tingkat SMA atau yang sederajat.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed