Diseminasi Hasil Pantauan Perkawinan Anak di Bone Dan Maros, ICJ Terbitkan Buku Panduan

RADIOGAMASI.COM, MAKASSAR –  Institute of Community Justice (ICJ) menggelar kegiatan diseminasi hasil pemantauan perkawinan anak di 2 wilayah program yaitu kabupaten Bone dan Kabupaten Maros. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Swiss Bell in, selasa (21/2/2019). Koordinator Propinsi Sulsel AIPJ, Ema Husain dalam sambutannya mengatakan perkawinan anak memunculkan banyak permasalahan, diantaranya ekonomi, sosial, kesehatan. Fakta dilapangan, perkawinan anak sulit dihindari, ” upaya pencegahan membutuhkan upaya dari semua pihak, sejak awal perlu kepedulian untuk mendeteksi ini sejak dini.”

Diseminasi yang dilaksanakan ada kaitannya juga sosialisasi data yang dimasukkan dalam buku panduan pemantauan perkawinan anak yang telah disusun.

Salah seorang tim perumus, Nur Anti,SE.MT menyebutkan menurut data, angka perkawinan anak di Indonesia tergolong tinggi. Sekitar 17 persen anak perempuan di Indonesia menikah pada usia anak dibawah 18 tahun. “Bayi yang dilahirkan perempuan dibawah umur punya resiko kematian lebih besar, berpotensi mewariskan kemiskinan, KDRT, putus sekolah dan dampak negatif lainnya, ” katanya.

Salah satu Data pantauan ICJ, rata-rata korban kawin anak tidak mengetahui jika mereka korban. Di Kabupaten Bone (data ICJ 2018), 81% anak tidak tahu dan 19 % tahu. Hampir sama di maros, 72% anak tidak menyadari sebagai korban anak dan 28 % tahu.

Menurut Nur Anti, pemantauan dan penelitian praktek perkawinan penting dilakukan, untuk menjadi dasar dalam menentukan tindakan sikap mencegah dan mengurangi perkawinan anak.

Tim perumus panduan pemantauan perkawinan anak lainnya adalah Andi Yudha yunus, Prof siti Aisyah Kara, Lusia palulungan, dan Fadli A. Nasif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *