Roadshow Governansi OJK : Implementasikan Strategi Anti Fraud

Gamasi, Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menyelenggarakan Governansi Insight Forum dengan tema Transformasi Governansi Pilar Penyangga Integritas di Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (8/7/2024). Hal untuk mewujudkan tata kelola yang baik dan berintegritas.

Sharing session bersama Arry Widiatmoko seorang analis utama Departemen penegakan integritas dan audit khusus OJK mengatakan, kolaborasi penguatan Governansi dan integritas dalam organisasi didasarkan pada pimpinan yang memastikan seluruh jajaran menerapkan good governance dan kolaborasi secara proaktif.

Menurutnya, OJK telah menerapkan strategi anti fraud atau kecurangan untuk mewujudkan sektor jasa keuangan yang sehat, berintegritas, terpercaya dan berdaya saing global.

“OJK Telah menerbitkan berbagai peraturan untuk memperkuat tata kelola dan menegakkan integritas di sektor jasa keuangan. Framework strategy anti fraud tersebut antara lain assesment, pencegahan, deteksi dan respon yang dipantau dan dievaluasi secara berkals, ” Terangnya.

Sebelum acara sharing session dimulai, Pj Gubernur Sulsel yang diwakili Kabag Sarana Perekonomian dan Sumber Daya Alam Abd Azis Bennu dalam sambutannya mengatakan, Secara berkelanjutan diperlukan inisiatif yang membangun penguatan governansi dan integritas sektor jasa keuangan, termasuk BUMN sebagai salah satu pelaku ekonomi yang memiliki peran strategis dalam sistem perekonomian nasional.


“Tantangan pemerintah Daerah dalam pengelolaan pemerintah daerah semakin meningkat seiring dengan perkembangan era digital yang menuntut adanya transparansi diberbagai bidang kehidupan,” Jelasnya.

Untuk itu, Lanjutnya akuntabilitas merupakan salah satu prinsip dalam rangka menciptakan good goverment, guna mewujudkan aspirasi masyarakat.

Dia berharap, forum diskusi yang dilaksanakan oleh OJK Sulsel dan Sulbar bisa menjadi momentum untuk saling bersinergi dan kolaborasi antara OJK dan seluruh pemangku kepentingan terkait penguatan governansi dan membangun ekosistem jasa keuangan yang sehat dan berintegrasi.

Sementara itu, Dewan Audit OJK Sophia Wattimena melalui video daring mengatakan,OJK Memiliki fungsi menyelenggarakan pengaturan dan Pengawasan yang terintegrasi, perlindungan konsumen serta pengembangan keuangan. OJK juga memelihara stabilitas sistem keuangan secara aktif sesuai dengan kewenangannya. “Saat ini Total Eksposure IJK Indonesia sebesar Rp 31,399 Trilyun. Dengan total asset perbankan Rp 11,446 T, total kapitalisasi pasar modal Rp 16,743 T dan totak aset IKNB sebesar Rp3.209 T, ” Katanya.

Gambaran sektor jasa keuangan di Sulsel dan Sulbar saat ini terus bertumbuh mendukung kontribusi kepada kinerja SJK Nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *