BPK XIX Sulsel Dukung Seniman Berkarya di Cagar Budaya Rotterdam

Gamasi, Makassar – Di balik dinding kokoh Benteng Rotterdam, Cagar Budaya Nasional yang menjadi ikon sejarah Kota Makassar, seorang seniman terus setia menciptakan karya yang tak biasa. Namanya Zainal Beta. Bukan dengan cat minyak atau akrilik, Zainal memilih tanah liat sebagai medium utama untuk melukis.

Zainal Beta, Pelukis Tanah Liat (Dok. Mila / Gamasi)

Puluhan tahun sudah Zainal mengabdikan diri pada dunia seni rupa. Baginya, tanah bukan sekadar elemen bumi, melainkan sumber ekspresi artistik yang penuh makna. Dari tangannya, tanah diolah, diracik menjadi pigmen, lalu dituangkan di atas kanvas hingga menjelma lukisan bernilai estetika dan budaya tinggi.

“Tanah itu hidup, mengandung cerita. Melukis dengan tanah seperti menyampaikan sejarah dari akar bumi sendiri,” kata Zainal saat ditemui di galerinya yang sederhana, Sabtu (26/7/2025). Galeri itu terletak di dalam kawasan Benteng Rotterdam dan menjadi ruang kreatif yang nyaris setiap hari dihuni Zainal, terutama jika tak ada pameran seni.

Zainal berharap, ruang-ruang budaya seperti museum dan benteng tak hanya jadi destinasi wisata, tapi juga menjadi rumah ekspresi bagi para seniman yang turut menjaga warisan budaya lewat karya.

Harapan itu rupanya sejalan dengan misi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX Sulawesi Selatan. Pamong Budaya Ahli Madya, Dra Rinawati Idrus, M.Pd, mengungkapkan bahwa pihaknya memang memberi ruang ekspresi bagi seniman lokal untuk berkarya di kawasan cagar budaya.

“Kehadiran seniman di Benteng Rotterdam merupakan bagian dari dukungan kami. Tahun lalu, kami menyalurkan bantuan sebesar Rp20 juta kepada Zainal Beta melalui program Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan,” kata Rinawati.

Menurutnya, bantuan tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan workshop lukisan tanah liat (clay painting) yang dipandu langsung oleh Zainal. “Program ini diseleksi ketat. Dari lebih 300 pendaftar, hanya 66 yang lolos, baik individu maupun komunitas,” tambahnya.

Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Pertama BPK XIX, Muhammad Aulia Rahmat, mencatat bahwa kunjungan wisatawan ke kawasan Benteng Rotterdam mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2025.

Muhammad Aulia Rahmat, Pamong Budaya Ahli Pertama BPK XIX (Dok. Mila/Gamasi)

“Data dari Pelindo Regional 4 menunjukkan peningkatan kunjungan kapal pesiar yang membawa wisatawan mancanegara. Mereka tertarik dengan budaya hidup (living culture) masyarakat Makassar, dan salah satu titik favorit mereka adalah Benteng Rotterdam,” ujar Aulia.

Kehadiran wisatawan mancanegara ini turut memberi ruang interaksi antara budaya lokal dan dunia luar. Tak sedikit dari mereka yang menyempatkan waktu menyaksikan langsung proses Zainal melukis dengan tanah—sebuah pengalaman yang jarang dijumpai di tempat lain.

Zainal Beta tak hanya melukis, tetapi juga menjaga denyut seni dan budaya di jantung kota bersejarah. Di tangannya, tanah bukan lagi sekadar debu, melainkan medium untuk membumikan warisan budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *