Gamasi, Makassar – Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulsel menggelar presscon kinerja APBN Anging Mammiri periode maret 2024 di kantor Gedung Keuangan Negara Jl Urip
Sumoharjo Makassar, Senin (29/4/2024).
Kepala Kanwil DJPb Prov. Sulsel, Supendi mengatakan, saat ini ekonomi Sulawesi Selatan terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil, ” tumbuh sebesar 4,51% (yoy) hingga kuartal pertama tahun 2024. Pendorong utama pertumbuhan ini adalah belanja negara yang meningkat, aktivitas terkait pemilu, kenaikan gaji ASN, dan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), ” Katanya.
Terkait inflasi, disebutkan Tingkat inflasi di Sulawesi Selatan pada Maret 2024 tetap terkendali, mencapai 2,75% (yoy), sedikit lebih rendah dari bulan sebelumnya. Kelompok pengeluaran yang paling mempengaruhi inflasi adalah makanan, minuman, tembakau, perawatan pribadi, jasa lainnya, dan kesehatan.
Dalam sektor ekspor dan impor, komoditas seperti Nickle Matte, Ferro-Nickle, Rumput Laut, Karaginan, dan Semen menjadi penyumbang utama ekspor Sulawesi Selatan. Di sisi impor, Gandum, BBM, Bungkil, Gula, dan Kokas Batubara mendominasi. Meskipun ekspor mengalami kontraksi, neraca perdagangan tetap surplus sebesar 54,93 juta US$.
Khusus Kinerja APBN Anging Mammiri Sulawesi Selatan periode hingga Maret 2024 menunjukkan pencapaian positif. “Pendapatan APBN mencapai Rp3,59 Triliun, sementara belanja mencapai Rp11,93 Triliun. Penerimaan pajak mengalami penurunan sebesar 4,02%, terutama dari sektor konstruksi dan pertambangan, ” Jelas Supendi.
Penerimaan Kepabeanan & Cukai
Penerimaan Bea Masuk meningkat tajam, sedangkan penerimaan Cukai mengalami penurunan disesuaikan dengan kebijakan kenaikan tarif cukai. Efektivitas pengawasan kepabeanan juga mengalami peningkatan.
Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi)
Dalam mendukung sektor usaha kecil dan ultra mikro, pemerintah telah menyalurkan KUR sebesar Rp4,15 Triliun dan UMi sebesar Rp34,34 Miliar hingga Maret 2024.
Kinerja APBD Anging Mammiri
Pendapatan daerah tumbuh sebesar 23,39% (yoy) didominasi oleh Pendapatan Transfer. Belanja daerah terealisasi sebesar Rp4,4 Triliun, dengan belanja operasional mendominasi.
Tantangan Global dan Prospek Masa Depan
Meski kondisi domestik relatif kuat, terdapat risiko dari situasi geopolitik global, digitalisasi ekonomi, perubahan iklim, dan transisi demografi.
Pemerintah terus mengoptimalkan APBN 2024 sebagai upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung berbagai agenda pembangunan.
Dengan demikian, meskipun terdapat tantangan global yang perlu diwaspadai, kinerja ekonomi Sulawesi Selatan tetap solid dan terus berupaya untuk memperkuat fondasi ekonomi regional.
Hadir juga dalam Kegiatan tersebut Kepala Bidang DP3, Kanwil DJP Sulselbartra Soebagio, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Kanwil DJBC Sulbagsel, Zaeni Rokhman dan Kepala Seksi Informasi, Kanwil DJKN Sulseltrabar, Bertua.
(*)





