Perempuan Berperan Penting dalam Pencegahan Radikalisme dan Ekstrimisme

Radiogamasi.com, Makassar – AMAN Indonesia bersama Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar menggelar kursus singkat pencegahan ekstrimisme di Makassar.

Kegiatan ini dilaksanakan, kamis (24/6/2021) di jalan Melati 6 Panakkukang Makassar.

Kegiatan ini dilatar belakangi keprihatinan bersama sejumlah perempuan yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam beberapa kasus terorisme.

Direktur utama AMAN Indonesiaa Dwi Rubiyanti Kholifah mengatakan, pemahaman pencegahan ektrimisme kekerasan penting dilakukan untuk mendorong keterlibatan masyarakat sipil khususnya di Kota Makassar.

“Makassar menjadi prioritas dalam pencegahan ini setelah terjadinya peristiwa pengeboman di Gereja Katedral Makassar maret 2021 lalu. Padahal, sebelumnya penanganan terorisme di Makassar tidak dilirik penanganannya karena tidak mengalami kerentanan. Namun, potensi radikalisme tergolong tinggi di Makassar. Harapan kami semakin banyak perempuan yang terlibat dalam penanganan radikalisme di Makassar, ” Ungkap Ruby.

Data dari Global Terrorism Database (GTD) menyebutkan, aksi terorisme mulai meningkat sejak tahun 1996 dengan insiden terbanyak pada rentang waktu 2000-2001 sebanyak 105 insiden. Hingga pada tahun 2021 kasus serangan bom kerap terjadi, terlihat dari kasus tiga gereja di Surabaya, Gereja Katedral Makassar, hingga Mabes Polri, yang semuanya melibatkan perempuan.

Situasi ini memperlihatkan bahwa dalam aksi terorisme, perempuan memiliki peran penting di dalam isu ekstremisme di Indonesia.

“Untuk itu, perempuan harus bisa mendeteksi dini tanda dan ciri radikalisme dan ektrimisme di sekelilingnya.”

Dalam kursus singkat tersebut, peserta yang mayoritas perempuan berasal dari berbagai organisasi/lembaga di Makassar. Mereka cukup antusias terutama saat partisipasi diskusi kelompok. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *