Ema Husain Urai Dampak Perkawinan Anak di Kegiatan KPI Gowa dan LBH APIK Sulsel

Radiogamasi.com, Makassar – Koordinator SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) Wilayah Indonesia Timur Ema Husain, hadir dalam dialog publik dalam rangka memperingati hari Perempuan Internasional (IWD), Senin (15/3/2021) di Planet Bechkam Gowa.

Menurutnya, hasil survei belum lama dari Institute of Community Justice (ICJ) Makassar membeberkan kasus pernikahan dini atau perkawinan anak di bawah umur diindikasikan terjadi praktek korupsi.

“Perkawinan anak bukan hanya disebabkan oleh kondisi kemiskinan, penyalahgunaan praktek budaya, rendahnya pendidikan orang tua dan penyebab lainnya, tetapi juga disebabkan oleh rendahnya integritas para oknum aparat birokrat , pemalsuan usia kawin anak yang diiringi dengan pelanggaran nilai-nilai anti korupsi, “Jelas Ema di acara yang diinisiasi Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Gowa dan LBH APIK Sulsel.

Lebih jauh disebutkan, perkawinan anak memunculkan banyak permasalahan, diantaranya ekonomi, sosial, kesehatan. Fakta dilapangan, perkawinan anak sulit dihindari, upaya pencegahan membutuhkan upaya dari semua pihak, sejak awal perlu kepedulian untuk mendeteksi ini sejak dini.

” 76 % memamg karena ekonomi dan
21 % karena kekerabatan hasil survei ini ternyata ada yg dari kandungan sudah dilakukan praktek pernikahan anak, ini menjadi catatan penting di forum anak untuk dikampanyekan, ” Kata Ema.

Saat ini, sudah hadir koalisi Stop Kawin Anak Sulsel yang melalukan sosialisasi bukan cuma menyasar ke masyarakat, tapi juga melibatkan media. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *