Radiogamasi.com, Makassar –
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sul-Sel menyelenggarakan peningkatan kapasitas terkait pengurangan risiko bencana daerah melalui Pelatihan Penyusunan Indeks Ketahanan Daerah (IKD). Pelatihan ini berlangsung selama 2 (dua) hari, yakni 28-29 Juni 2021 di Makassar.
Pelatihan ini dibuka oleh Sekprov Provinsi Sulsel,Dr.Abdul Hayat Gani, didampingi Kepala BPBD Sulsel H.Nikmal Lahamang.
Dalam sambutan Pembukaaan, Abdul Hayat Gani menyampaikan apresiasi kepada BPBD yang meskipun pada masa Pandemic-Covid 19, tetap berkomitmen melakukan pelatihan penilaian kapasitas daerah terhadap ancaman bencana dengan model Pelatihan tatap muka terbatas serta diikuti peserta lain melalui daring sesuai dengan mekanisme Adaptasi kebiasaan baru, dan protokol kesehatan covid-19.
“Adaptasi baru dengan Protokol Kesehatan Covid-19 sangat penting dilakukan dalam Penanggulangan Bencana untuk mengurangi resiko dan dampak lain selain dampak dari bencana, ” Jelas Abdul Hayat Gani.
Dalam Pelatihan tersebut, dibatasi 25 orang peserta dari perwakilan Kab/Kota. Sedangkan peserta lainnya mengikuti secara virtual/daring di daerah masing masing.
Pelatihan ini difasilitasi oleh Andi Warham Kasubag Program BPBD Sulsel. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan daerah dalam mengkaji kapasitas dalam menghadapi ancaman bencana pada wilayah masing-masing.
Melalui Pelatihan ini diharapkan pula bahwa semua pihak, khususnya Aparatur dan relawan yang terlibat dalam Penanggulangan Bencana (PB), dapat bersinergi dalam pencegahan dan kesiapsiagaan atas ancaman bencana.
Hasil yang dicapai adalah 24 kab-kota mampu menyusun Indeks Ketangguhan Daerah dengan 71 Indikator guna diserahkan ke BNPB sebagai bagian dari Dokumen Indeks Risiko Bencana (IRBI) Tahun 2021.
Kegiatan Pelatihan ini difasilitasi oleh Andi Ibni Wardani, Kasubag Program BPBD Sulsel, dengan sejumlah narasumber diantaranya Sesa Wiguna-BNPB, Leonardy Sambo,Tenaga ahli BPBD Sulsel dan Jasman Fasnas IKD. (*)








