Radiogamasi.com, Makassar – Perkembangan Perbankan di Sulawesi Selatan tumbuh positif, ditopang fungsi intermediasi yang tinggi dan disertai tingkat risiko yang tetap aman.
Kepala kantor OJK regional VI, Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua) Nurdin Subandi mengatakan, meski pandemi Covid-19, Industri perbankan masih tumbuh positif dengan kinerja intermediasi perbankan yang tetap tinggi.
“Total aset perbankan di Sulsel posisi Juni 2020 tumbuh 4,99% yoy dengan nominal mencapai Rp158,76 triliun, terdiri dari aset Bank Umum Rp155,75 triliun dan aset BPR Rp3,01 triliun. Berdasarkan kegiatan bank, aset perbankan konvensional Rp148,76 triliun dan aset perbankan syariah Rp9,99 triliun, ” jelasnya dalam kegiatan media briefing journalist update secara virtual, Jumat (20/8/2021).
Kinerja intermediasi perbankan Sulsel terjaga pada level yang tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 113,58% dan tingkat rasio kredit bermasalah berada di level aman 2,56%.
Sementara itu, nurdin Subandi menyampaikan, Aset perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan tinggi 14,41% yoy dengan nominal Rp9,99 triliun, sejalan dengan pertumbuhan aset perbankan konvensional 4,41% yoy dengan nominal Rp148,76 triliun.
DPK perbankan syariah mencatat pertumbuhan double digit 12,63% yoy dengan nominal Rp6,96 triliun, lebih tinggi dibanding pertumbuhan DPK perbankan konvensional 6,90% yoy dengan nominal Rp103,55 triliun.
Menariknya, ditengah pandemi covid ternyata NPL perbankan Sulsel juga tetap terjaga di level aman 2,56%.
Secara rinci, NPL bank umum berada di posisi 2,56%, sedangkan NPL BPR berada pada posisi 2,70%. (*)









