Dukung Digitalisasi, Bank Indonesia Dorong Penggunaan QRIS Untuk UMKM Di Sulsel

Radiogamasi.com, Makassar –  Perkembangan teknologi global telah mendorong tren digitalisasi dalam berbagai transaksi ekonomi masyarakat. Sementara itu, pandemi Covid-19 turut mengakselerasi perubahan perilaku transaksi masyarakat, khususnya dari tunai menjadi non-tunai.

Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Iwan Setiawan mengatakan, Perubahan tren dan perilaku ini tentunya harus bisa diadopsi oleh pelaku UMKM, salah satunya melalui digitalisasi sistem pembayaran UMKM.

“Berdasarkan data Bank Indonesia, perubahan tren dan perilaku transaksi pembayaran masyarakat ini tercermin dari peningkatan signifikan transaksi non-tunai di Sulawesi Selatan pada triwulan II 2021, baik dari sisi volume maupun nominal, ” Jelasnya Rabu (24/8/2021).

Menurutnya, Volume transaksi menggunakan ATM/Debit meningkat 27% (year on year) dari 36,08 juta transaksi (Tw II 2020) menjadi 45,56 juta transaksi (Tw II 2021). Nominal transaksi meningkat 33% (yoy) dari Rp40,18 Triliun (Tw II 2020) menjadi Rp53,56 Triliun (Tw II 2021). Sementara itu, volume transaksi uang elektronik meningkat 95,8% (yoy) dari 7,56 juta transaksi (Tw II 2020) menjadi 14,8 juta transaksi (Tw II 2021). Nominal transaksi meningkat 128,7% (yoy) dari Rp534,15 Milyar (Tw II 2020) menjadi Rp1,22 Triliun (Tw II 2021).

Sementara itu, kata Iwan, dalam rangka memanfaatkan peluang dan tren di bidang sistem pembayaran, sekaligus mewujudkan UMKM GO DIGITAL di Sulawesi Selatan, Bank Indonesia terus mensosialisasikan dan mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk transaksi pembayaran UMKM.

“QRIS merupakan standar QR Code pembayaran untuk sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).”

Standarisasi penggunaan QR Code ini dilakukan untuk menciptakan inklusi finansial, termasuk di dalamnya untuk mendukung pelaku UMKM.

Secara nasional, terdapat sekitar 7,4 juta pelaku UMKM yang telah menggunakan QRIS, dimana sekitar 220 ribu diantaranya merupakan pelaku UMKM di wilayah Sulawesi Selatan.

Dengan menggunakan QRIS, UMKM dapat menerima pembayaran secara non-tunai dari berbagai penyelenggara sistem pembayaran, baik bank maupun non-bank.

“QRIS juga menjadi solusi perluasan kanal pembayaran yang Cepat, Mudah, Murah, dan Handal bagi UMKM, ” Ujar Iwan. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *