Gamasifm, Makassar – Gelaran PLN Mobile Virtual Charity Run and Ride (VCRR) 2021 disambut antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Dalam lingkup wilayah kerja PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar sendiri terkumpul Rp. 349 Juta untuk didonasikan dalam bentuk penyambungan listrik kepada 465 keluarga pra-sejahtera di wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pinrang (62 keluarga) dan PLN UP3 Mamuju (403 keluarga).
Dari donasi tersebut, PLN UIW Sulselrabar secara bertahap menyalurkan biaya penyambungan listrik bagi keluarga pra-sejahtera di wilayah kerja PLN UP3 Mamuju dan PLN UP3 Pinrang dan ditargetkan rampung pada November 2021.
Saat penyalaan listrik secara simbolis di Kelurahan Binanga Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat Selasa(2/11), Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Hj Enny Anggraeny Anwar mengapresiasi program PLN yang memberikan bantuan penyambungan listrik.
“Program ini merupakan wadah berbagi kebaikan yang sangat positif. Alhamdulillah Provinsi Sulawesi Barat mendapatkan bantuan penyambungan listrik bagi masyarakat kurang mampu, semoga pemerintah dan PLN dapat terus bersinergi untuk menerangi Prov. Sulbar,” tandasnya
General Manager PLN UIW Sulselrabar menyampaikan rasa terimakasihnya kepada masyarakat yang turut serta dalam PLN Mobile Virtual Charity Run and Ride 2021. Dengan mengikuti program ini, peserta menyalurkan kegemaraannya berlari dan bersepeda sekaligus rurut membantu warga tidak mampu agar bisa segera menikmati listrik.
“Dalam rangka Hari Listrik Nasional ke 76, PLN menggelar amal dalam bentuk ajang lari dan bersepeda yang tujuannya untuk membantu saudara-saudara kita yang tidak mampu mendapatkan listrik. Dengan hadirnya listrik, PLN berharap saudara-saudara kita dapat menikmati kehidupan yang lebih baik,” tutur Awaluddin.
PLN Mobile VCRR 2021 merupakan wadah untuk masyarakat berbagi kebaikan lewat ajang lari dan bersepeda yang bisa dilakukan di mana saja sejak 16 Oktober hingga 7 November 2021 serta dapat “dicicil” jarak lari dan bersepedanya untuk tujuan beramal.
Dengan mengangkat tema “Terang Negeriku, Tangguh Indonesiaku”, kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Listrik Nasional ke-76. Peserta diajak untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga lari dan sepeda. Setiap kilometer yang ditempuh oleh pelari dan pesepeda nantinya akan dikonversikan dalam bentuk rupiah yang nantinya digunakan untuk membiayai penyambungan listrik masyarakat tidak mampu. Setiap kilometer lari akan dikonversikan ke dalam rupiah yaitu sebesar Rp 40.000 dan sepeda sebesar Rp 36.000.
Pemilihan penerima bantuan dilakukan langsung oleh PLN dengan memastikan penerima bantuan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial Republik Indonesia. Sebagai informasi, biaya penyambungan listrik satu rumah termasuk dengan instalasi listrik dalam rumah, pemeriksaan instalasi dan sertifikat laik operasi yang ditetapkan pemerintah, token dan materai sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta.
Salah satu masyarakat Kel. Binanga Kab. Mamuju Mariyati mengaku sangat bersyukur tidak lagi menyalur ke tetangga untuk menikmati listrik. “Alhamdulillah setelah 10 tahun menyalur listrik dari tetangga, berkat bantuan dari PLN saya dapat menikmati listrik sendiri,” ucap Mariyati.
Wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini sehari-harinya hanya menggantungkan hidupnya dari sang suami yang berprofesi sebagai pemulung. Ia berharap, dengan hadirnya listrik dapat menaikan kesejahteraan keluarga.
Pada hari yang sama Adam Baddu salah satu penerima bantuan penyambungan listrik di Dusun Waetuoe Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan pun mengucapkan terimakasih dan kegembiraannya atas sambungan listrik gratis yang diterimanya dalam kegiatan tersebut.
“Terimakasih PLN yang telah menyelenggarakan kegiatan ini sekaligus bantuan sambungan listrik gratis kepada kami. Alhamdulillah dengan adanya bantuan ini, kami berharap bisa meningkatkan ekonomi keluarga, salah satunya dengan berjualan es dirumah”, ujar pria yang berprofesi sebagai nelayan. (*)





