Gamasifm, Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulsel menggelar Lokakarya Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana, diikuti perwakilan dari BPBD dan PUPR Kab/Kota Se-Sulsel. Acara ini berlangsung dari tanggal 30 hingga 2 Desember 2021, di Kota Makassar. P
Pelaksanaan lokakarya dibuka oleh Drs Muhammad Firdha MSi, Kepala BPBD Sulsel. Dalam sambutannya Muhammad Firdha menyebut bahwa BPBD Sulsel berkomitmen untuk memperkuat kapasitas personel Penanggulangan Bencana (PB) di tingkat kabupaten /kota dan salah satunya melalui workshop Kajian kebutuhan pasca bencana atau jitupasna.
“BPBD saat ini penting untuk membangun jaringan dan memperbanyak keterampilan dalam perhitungan rekonstruksi pasca bencana, ” jelasnya.
Turut hadir dalam pembukaan dan memberikan sambutan, wakil BNPB Pusat, Dra.Andi Eviana MSi, Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi SDA. Dalam sambutannya, Andi Eviana mengapresiasi BPBD Sulsel yang secara reguler memfasilitasi Program Capacity Building melalui pendanaan Provinsi guna memperkuat sinergi dan kapasitas bagi personel di tingkat daerah.
Menurutnya metode kajian kebutuhan pasca bencana atau Jitupasna tentunya akan menambah keterampilan staff BPBD dan PUPR di tingkat Daerah, dalam
Mengelola dan menyusun dokumen rencana rehabilitasi pasca bencana atau R3P ujar Andi Eviana.
Lokakarya ini berlangsung selama 3 (tiga) hari ini difasilitasi oleh Andi Bali Raja, Kasie Rehabilitasi BPBD Sulsel, dengan menghadirkan sejumlah Narasumber diantaranya H.Zubair Kabid RR•BPBD Sulsel, Pitoyo-Direktorat Rehabilitasi Rekonstruksi BNPB, Leonardy Sambo Tenaga Ahli BPBD Sulsel dan Apriawan Umar-Pemerhati Kebencanaan Sulsel.(*)





