Gamasifm, Makassar – Menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Sulawesi Selatan di kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Makassar pada Kamis (27/1), Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali, melalui keterangan persnya ke gamasi mengatakan, pihaknya sangat menghormati bentuk aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa ataupun masyarakat yang secara undang-undang bebas berekspresi menyuarakan pendapat di muka umum.

Namun, pihaknya menyesalkan adanya ulah sejumlah oknum mahasiswa yang sudah jauh dari misi awal menyuarakan pendapat dengan damai. Lebih lanjut Laode menjelaskan kronologis kejadian yang terjadi. Aksi demontrasi yang dimulai sekitar pukul 15.00 WITA, dimana para pengunjuk rasa berkonvoi dan tiba di depan Kantor Pertamina dengan menggunakan kendaraan roda dua dan melakukan orasi secara bergantian dengan pengeras suara kemudian dilanjutkan dengan membacakan pernyataan sikap.
Setelah melakukan orasi, pengunjuk rasa kemudian membajak mobil truk yang lewat yang digunakan untuk orasi, kemudian menerobos masuk dengan cara memanjat pagar kantor dan melakukan pemukulan terhadap anggota security dan melemparkan traffic cone sehingga mengenai bagian kepala pekerja Pertamina.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini terjadi. Demonstrasi biasanya berujung dengan damai dan bisa dilakukan dengan diskusi bersama perwakilan para demonstran. Kami sudah siapkan antigen on the spot dan ruang diskusi dan melaksanakan prosedur pengamanan sebagaimana mestinya, namun mereka tetap merangsek masuk dengan berbagai cara,” ujar Laode.
Laode pun menjelaskan pada saat mahasiswa melakukan aksi menerobos kantor, tentunya sesuai aturan dan tugas dari security agar dapat mengamankan lingkungan kantor sebagai fasilitas atau asset perusahaan yang perlu dijaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami khususnya security untuk mengamankan asset perusahaan. Kami pun berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan bisa dijadikan contoh untuk kedepannya mahasiswa tidak melalukan aksi-aksi yang merugikan,” pungkasnya. (*)





