Gamasifm, Semarang – Bank Indonesia Sulsel mengajak puluhan Jurnalis yang mengikuti pelatihan mengunjungi sentra kerajinan UMKM Bengok Craft, berbasis kerajinan tangan dari eceng gondok yang berlokasi di Desa Kesongo, Semarang Jawa Tengah, Sabtu (22/7/2023).
Pemanfaatan eceng gondok yang melimpah di sekitar Danau Rawa Pening, membuat Founder Bengok Craft, Firman Setyaji melihat peluang usaha untuk mengolah eceng gondok menjadi barang bernilai, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.
“Alhamdulillah kami berhasil menaikkan kelas tanaman eceng gondok yang cenderung dianggap merusak lingkungan di rawa pening menjadi kerajinan tangan berkualitas, seperti tas, totebag, baju, sandal, case ponsel, topi, hingga buku.
“jelasnya.
Dirinya bersyukur, berkat Bank Indonesia yang intens memberikan pembinaan, pihaknya mampu menaikkan omzet penjualan, memgikuti pameran hingga pemasarannya mampu menembus pasar Asia dan Eropa.
Senada dengan itu, Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Sakti Arif Wicaksono mengatakan, saat ini Bank Indonesia fokus melakukan pembinaan dan pengembangan UMKM, khususnya untuk produk wastra lokal, kuliner dan craft.
“Kami tentunya terus mendukung penuh setiap program pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang saat ini semakin berkembang. Kami berharap sentra UMKM dapat tumbuh dan menjadi sentra ekonomi masyarakat dimasa mendatang, khususnya produk lokal juga dapat dikemas menjadi sebuah produk yang menarik dan bernilai ekspor, ” Ungkapnya. (*)
Foto : Diwan






