Gamasi, Makassar – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Menggelar Temu Media Di Grind Pull Makassar, Kamis (15/8/2024).
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, Bank Indonesia Sulawesi Selatan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2024 ini berkisar 4,8 hingga 5,5 persen. Tidak jauh beda dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan 4,7 hingga 5,5 persen.
“khusus bulan Juli 2024 atau triwulan kedua 2024, BI Sulsel memproyeksi pertumbuhan ekonomi secara year-on-year (YoY) berkisar antara 4,7 hingga 5,3 persen. Dari pertumbuhan eknomi triwulan II 2024, sektor perekonomian yang menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi adalah pertanian yang tumbuh 1,38 persen dengan share of growth 32,6 persen, setelah sebelumnya tumbuh negatif sejak triwulan Ke-3 2023 karena pengaruh El Nino,” Jelasnya.
Dalam triwulan kedua tahun 2024, jauh lebih baik jika dibandingkan sebelumnya Sulsel berada di peringkat 9 dari 34 provinsi di Indonesia. ” ujarnya.
Bank sentral juga mencatat, sektor pertanian menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan II 2024, setelah menjadi penyumbang negatif pertumbuhan ekonomi sejak triwulan III 2023 dampak dari El Nino.
Rizki menambahkan, sektor pertanian didominasi oleh sub-sektor perikanan budidaya dan tangkap dengan total 40 persen.
Kemudian normalisasi konsumsi pasca pesta demokrasi Pemilu serta pergeseran momentum bulan ramadan membuat kinerja perdagangan moderat.
Dia memjelaskan Pertanian berkontribusi terbesar, itu mencapai 23,6 persen terhadap perekenomian di triwulan II 2024. Disusul industri pengolahan, perdagangan, informasi dan komunikasi, jasa pendidikan dan lainnya.
Rizki menjelaskan bahwa pertumbuhan daerah lain yang diatas Sulsel dominan karena pengaruh pertambangan.
“Daerah lain itu dikuatkan sektor pertambangan. Bahkan ada sampai sekitar 20 persen seperti Papua Barat,” bebernya.
Untuk Sulsel, sektor pertambangan kontribusinya hanya 0,02 persen. Namun, sektor pertambangan tetap tumbuh di triwulan II 2024 ini sekitar 0,49 persen.
Bank sentral mencatat, sektor pertanian menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan II 2024, setelah menjadi penyumbang negatif pertumbuhan ekonomi sejak triwulan III 2023 dampak dari El Nino.
Rizki menambahkan, sektor pertanian didominasi oleh sub-sektor perikanan budidaya dan tangkap dengan total 40 persen.
Kemudian normalisasi konsumsi pasca pesta demokrasi Pemilu serta pergeseran momentum bulan ramadan membuat kinerja perdagangan moderat.
“Kontribusi pertanian dalam pertumbuhan ekonomi sulsel mencapai 23,6 persen terhadap perekenomian di triwulan II 2024.Sehingga sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi sulsel,” jelas Rizki. (*)








