BI Dorong Optimalisasi Pertanian di Tengah Perlambatan Ekonomi Sulsel

Gamasi, Makassar – Industri pengolahan dan sektor pertanian di Sulawesi Selatan (Sulsel) diprediksi mengalami penurunan pada triwulan ketiga 2025. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, mengungkapkan penurunan ini berpotensi memengaruhi kinerja ekonomi daerah yang saat ini tumbuh 4,94 persen.

“Sejumlah smelter yang ada di Sulsel jika tidak beroperasi akan memengaruhi perekonomian. Industri pengolahan turun, performa nikel juga melambat sehingga banyak tenaga kerja yang dirumahkan,” ujar Rizki dalam Sulsel Talk 2025 di Kantor Perwakilan BI Sulsel, Makassar, Selasa (12/8/2025).

Rizki menyebutkan, meskipun penurunan industri pengolahan tidak berlangsung di seluruh wilayah Sulsel, kondisi serupa terjadi pada produsen nikel di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara akibat kelebihan pasokan, penurunan harga, dan tingginya biaya produksi.

Sementara itu, sektor pertanian juga tertekan akibat berakhirnya masa panen. Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil, BI mendorong optimalisasi sektor pertanian yang mencakup perikanan, perkebunan, dan tanaman pangan.

Diskusi Sulsel Talk 2025 yang mengangkat tema Mendorong Akselerasi Ekonomi Sulsel di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan ekonomi dan pelaku usaha daerah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *