Gamasi, Makassar — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali memberangkatkan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Batch II ke Thailand Selatan. Sebanyak 30 mahasiswa lintas fakultas akan menjalankan program pengabdian masyarakat internasional di Narathiwat selama satu bulan, mulai 31 Mei hingga 30 Juni 2026. Kegiatan Pelepasan tersebut digelar di Ruang Rapat Wakil Rektor Unismuh Makassar, Lantai 17 Gedung Menara Iqra, Senin 18 Mei 2025.
Pelepasan peserta dilakukan dalam agenda pembekalan dan seremoni resmi yang digelar oleh LP3M Unismuh Makassar. Program tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperluas internasionalisasi kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat mahasiswa.
Koordinator kegiatan, Dr Wildan, menjelaskan bahwa program KKN Internasional pertama sebelumnya telah dilaksanakan di Provinsi Satun, Thailand Selatan, pada Januari hingga Februari 2026 dengan melibatkan enam mahasiswa.
“Pada batch kedua ini jumlah peserta meningkat menjadi 30 mahasiswa. Secara keseluruhan sudah ada 36 mahasiswa yang mengikuti program international community service di luar negeri,” ujarnya.
Ia menuturkan, Narathiwat dipilih sebagai lokasi baru setelah evaluasi pelaksanaan batch pertama menemukan kendala utama berupa hambatan bahasa. Di Satun, sebagian besar masyarakat menggunakan bahasa Thailand sehingga menyulitkan mahasiswa dalam berinteraksi.
Evaluasi Bahasa Jadi Pertimbangan
Menurut Wildan, Narathiwat dinilai lebih adaptif karena masyarakat setempat banyak menggunakan bahasa Melayu dalam komunikasi sehari-hari.
“Di Narathiwat masyarakat bisa memahami bahasa Melayu sehingga proses adaptasi mahasiswa diperkirakan lebih mudah,” katanya.
Sebelum keberangkatan, peserta juga telah mendapatkan pembekalan bahasa Thailand. Salah satu mahasiswa peserta, Hasna Dorma dari Program Studi Arsitektur, turut membantu memberikan pelatihan bahasa karena berasal dari Narathiwat.
Rute perjalanan mahasiswa akan dimulai dari Makassar menuju Singapura, kemudian dilanjutkan ke Hat Yai, Thailand, sebelum menempuh perjalanan darat sekitar empat hingga lima jam menuju Narathiwat.
Setibanya di Thailand, rombongan dijadwalkan melapor ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Songkhla sebagai bagian dari penerimaan resmi peserta KKN Internasional Unismuh Makassar.
Diikuti Mahasiswa Lintas Fakultas
Peserta KKN Internasional Batch II berasal dari berbagai fakultas di lingkungan Unismuh Makassar, di antaranya Fakultas Teknik, Fakultas Agama Islam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Pertanian.
Fakultas Teknik menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 11 mahasiswa, disusul Fakultas Agama Islam sebanyak delapan mahasiswa dan FKIP enam mahasiswa.
Dalam sambutannya, Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanda menyebut program tersebut sebagai pengalaman penting bagi mahasiswa karena memberikan nilai lebih dibanding pengabdian yang dilakukan di tingkat lokal.
“Kalau dilakukan secara internasional maka pengalamannya tentu memiliki nilai lebih,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjalankan pengabdian masyarakat, tetapi turut menghasilkan luaran akademik seperti artikel, dokumentasi kegiatan, video aktivitas, hingga peluang kolaborasi penelitian dengan mitra luar negeri.
Bawa Nama Kampus dan Indonesia
Rektor mengingatkan peserta bahwa mereka membawa nama baik kampus, Muhammadiyah, dan Indonesia selama berada di luar negeri.
“Anda membawa nama Unismuh, Muhammadiyah, dan Indonesia. Semua itu harus direpresentasikan dengan sangat baik,” katanya.
Selain menjaga nama baik institusi, mahasiswa juga diminta menjaga kesehatan dan memanfaatkan pengalaman internasional tersebut untuk memperkuat kesiapan akademik maupun dunia kerja setelah lulus.
Pada akhir kegiatan, pihak kampus turut memberikan penghargaan kepada peserta KKN Internasional Batch I yang telah menyelesaikan program sebelumnya di Thailand Selatan. (*)








