Gamasi, MAMUJU – Desa Sumare di Kabupaten Mamuju mulai diarahkan menjadi contoh penguatan ekonomi pesisir berbasis inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Industri Jasa Keuangan Syariah, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Sinergi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang menyasar nelayan dan pelaku UMKM sebagai motor penggerak ekonomi desa.
Selain memberikan edukasi tentang pengelolaan keuangan dan perencanaan usaha, masyarakat juga diperkenalkan pada berbagai produk dan layanan keuangan syariah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi mereka.
Kepala Desa Sumare, Samar, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kehadiran OJK dan Industri Jasa Keuangan Syariah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada OJK dan Industri Jasa Keuangan Syariah atas pelaksanaan kegiatan ini. Edukasi keuangan yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat nelayan dan pelaku UMKM dalam meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan layanan keuangan formal, serta pengembangan usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan,” kata Samar.
Sementara itu, OJK menilai penguatan kapasitas keuangan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan kemandirian ekonomi di wilayah pesisir. Dengan meningkatnya pemahaman terhadap layanan keuangan formal, masyarakat diharapkan mampu mengakses pembiayaan secara lebih mudah dan terhindar dari praktik keuangan yang merugikan.
Ke depan, OJK akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan.
Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, memperkuat daya tahan usaha nelayan dan UMKM, serta mendukung terwujudnya pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (*)





