Gamasi, Palu, 16 Juni 2026 – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan operasional penyaluran energi di wilayah Sulawesi Tengah tetap berjalan normal pasca terjadinya gempa bumi berkekuatan 6,8 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Sigi pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA.
Berdasarkan informasi yang diterima, gempa berpusat di koordinat 1,05 LS dan 120,18 BT dengan kedalaman 10 kilometer. Hingga saat ini, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan belum terdapat laporan gempa susulan yang berdampak terhadap operasional lembaga penyalur energi di wilayah Sulawesi Tengah.
Sales Branch Manager (SBM) Sulteng I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Made Bilan Asasia, menyampaikan bahwa Pertamina segera melakukan pengecekan dan monitoring terhadap seluruh lembaga penyalur setelah gempa terjadi.
“Hasil monitoring menunjukkan seluruh SPBU dan lembaga penyalur yang kami pantau masih beroperasi normal. Sejauh ini tidak terdapat laporan kerusakan maupun gangguan operasional yang berdampak pada penyaluran energi kepada masyarakat,” ujar Made.
Made menambahkan bahwa kondisi stok BBM dan LPG di wilayah Sulawesi Tengah dalam keadaan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, proses distribusi dari terminal BBM maupun fasilitas LPG juga berjalan lancar sehingga pasokan energi tetap terjaga di seluruh wilayah layanan.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina menginstruksikan seluruh lembaga penyalur untuk tetap menjalankan operasional sesuai standar keselamatan yang berlaku, melakukan pengecekan sarana dan fasilitas secara berkala, serta segera melaporkan apabila ditemukan kerusakan atau kondisi yang berpotensi mengganggu pelayanan.
Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta stakeholder lainnya terus dilakukan guna memastikan kondisi lapangan tetap aman dan kondusif serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa keselamatan masyarakat, pekerja, dan mitra kerja menjadi perhatian utama dalam setiap kondisi kedaruratan.
“Kami terus memantau perkembangan situasi bersama instansi terkait dan memastikan kesiapan operasional penyaluran energi di Sulawesi Tengah tetap terjaga. Pertamina juga mengingatkan seluruh lembaga penyalur untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjalankan prosedur keselamatan secara disiplin,” kata Lilik.
Lilik turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM maupun LPG secara berlebihan (panic buying).
“Stok BBM dan LPG dalam kondisi aman serta distribusi berjalan lancar. Masyarakat tidak perlu khawatir dan diharapkan membeli produk energi sesuai kebutuhan agar pelayanan dan distribusi tetap optimal bagi seluruh masyarakat,” tambah Lilik.
Lilik turut menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi seluruh masyarakat yang merasakan dampak gempa bumi tersebut.
“Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan dalam menghadapi situasi ini. Kami berharap kondisi di Sulawesi Tengah tetap aman dan aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa,” tambahnya.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi berwenang terkait perkembangan kondisi kegempaan serta tetap tenang dalam beraktivitas.
Apabila masyarakat membutuhkan informasi terkait layanan energi Pertamina atau menemukan kendala pada penyaluran BBM dan LPG, dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang siap melayani selama 24 jam. (*)





