Kinerja Sektor Jasa Keuangan Sulsel Tetap Terjaga Meski Ekonomi Global Bergejolak

Gamasi, Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menilai kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan hingga posisi April 2026 tetap berada dalam kondisi stabil meski dihadapkan pada dinamika perekonomian global dan domestik.

Kepala OJK Provinsi Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain perkembangan geopolitik, peningkatan inflasi global, serta volatilitas pasar keuangan. Meski demikian, kondisi tersebut belum mengganggu stabilitas sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan.

“Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, kenaikan inflasi global, dan volatilitas pasar keuangan, kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan pada posisi April 2026 tetap terjaga dengan baik,” ujar Muchlasin.

Ia menjelaskan, stabilitas tersebut tercermin dari kinerja sektor perbankan, pasar modal, serta Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) yang tetap menunjukkan ketahanan. Fungsi intermediasi perbankan berjalan optimal, ditandai dengan penghimpunan dana masyarakat dan penyaluran kredit yang terus mencatatkan pertumbuhan positif.

Selain itu, partisipasi masyarakat di pasar modal juga terus meningkat seiring bertambahnya jumlah investor. Di sisi lain, berbagai sektor IKNB menunjukkan perkembangan yang positif dan berkontribusi dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

OJK berharap stabilitas sektor jasa keuangan tersebut dapat terus dipertahankan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan inklusi keuangan, serta memperkuat ketahanan ekonomi Sulawesi Selatan di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT