Gamasi, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mempercepat pengembangan perusahaan rintisan (startup) di sektor jasa keuangan melalui berbagai program akselerasi. Langkah ini dilakukan untuk melahirkan inovasi keuangan digital yang terpercaya, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global sekaligus memperkuat ekonomi digital Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema Accelerating the Next Generation of Innovators yang berlangsung di Pusat Inovasi OJK (OJK Infinity), Jakarta, Kamis.
Menurut Adi, OJK ingin menciptakan startup yang tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
“OJK ingin Indonesia menjadi center of excellence untuk digital finance dan digital economy. Untuk mencapainya, kita harus membangun kolaborasi yang kuat antara regulator, industri, pemerintah, akademisi, investor, dan para inovator dalam satu ekosistem yang mampu menciptakan nilai bagi perekonomian nasional,” ujar Adi.
Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pemain utama ekonomi digital dunia karena didukung pasar domestik yang luas, talenta digital yang kreatif, serta ekosistem inovasi yang terus berkembang. Namun, menurutnya, keberhasilan ekonomi digital sangat bergantung pada tingkat kepercayaan masyarakat.
“Trust is the ultimate currency. Inovasi tidak cukup hanya unggul secara teknologi, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan masyarakat,” katanya.
Adi menjelaskan, peran OJK dalam mendorong inovasi sektor jasa keuangan merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026.
Selain menjalankan fungsi pengaturan, pengawasan, dan perlindungan konsumen, OJK juga memiliki mandat untuk mempercepat pengembangan sektor jasa keuangan agar berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan transformasi digital menjadi syarat utama agar Indonesia mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing global.
“Kalau kita ingin maju, kita tidak punya pilihan selain melakukan transformasi dan beradaptasi dengan teknologi baru. Ke depan, ekonomi akan semakin digerakkan oleh pertukaran data, sehingga teknologi digital menjadi fondasi penting bagi daya saing Indonesia,” ujarnya.
Melalui penguatan ekosistem inovasi dan kolaborasi lintas sektor, OJK berharap semakin banyak startup keuangan digital Indonesia yang tumbuh sehat, patuh terhadap regulasi, dan mampu bersaing di pasar internasional. (*)









