Gamasi, Makassar, 24 Juli 2026 – Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Workshop Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) yang berlangsung di Meeting Room Polimerz, Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi institusi dalam menyelaraskan pengembangan kurikulum dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi serta tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis di era transformasi kesehatan dan globalisasi.
Workshop menghadirkan Ari Sukmawan, A.Md.RMK., S.ST., M.Kes. sebagai narasumber utama yang dikenal memiliki pengalaman dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi kesehatan berbasis Outcome Based Education. Kegiatan diikuti oleh pimpinan institusi; Direktur, Wakil direktur, ketua program studi, dosen, serta unsur penjaminan mutu di lingkungan Politeknik Kesehatan Megarezky.
Dalam pemaparannya, Ari Sukmawan menjelaskan bahwa paradigma Outcome Based Education (OBE) menempatkan capaian pembelajaran lulusan (CPL) sebagai fondasi utama dalam penyusunan kurikulum. Setiap mata kuliah harus dirancang secara sistematis agar mampu mendukung pencapaian kompetensi lulusan melalui proses pembelajaran, asesmen, dan evaluasi yang terukur.
Menurutnya, implementasi OBE tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi perkuliahan, tetapi juga memastikan bahwa setiap lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“OBE merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat proses pendidikan. Seluruh aktivitas akademik dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi nyata, mampu berpikir kritis, adaptif, profesional, serta siap menghadapi tantangan global,” ungkap Ari Sukmawan dalam sesi pemaparannya.
Workshop berlangsung secara interaktif melalui diskusi, telaah dokumen kurikulum, hingga simulasi penyusunan keterkaitan antara Profil Lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), strategi pembelajaran, serta sistem penilaian yang sesuai dengan prinsip Outcome Based Education.
Selain membahas aspek konseptual, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam melakukan evaluasi kurikulum yang selama ini diterapkan agar selaras dengan standar nasional pendidikan tinggi, kebijakan transformasi pendidikan tinggi, serta instrumen akreditasi yang menekankan pencapaian luaran pembelajaran secara terukur.
Direktur Politeknik Kesehatan Megarezky, Dr. Hairuddin K., S.S., S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa penguatan kurikulum merupakan salah satu prioritas institusi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi kesehatan. Menurutnya, kurikulum yang adaptif dan berbasis luaran akan menjadi fondasi penting dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, serta mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di tingkat nasional maupun internasional.
“Workshop ini merupakan bagian dari komitmen Politeknik Kesehatan Megarezky untuk terus melakukan pembaruan kurikulum sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, regulasi, dan kebutuhan dunia kerja. Melalui implementasi Outcome Based Education, kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi yang terukur, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor kesehatan,” ujar Dr. Hairuddin.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa transformasi kurikulum harus menjadi budaya akademik yang berkelanjutan. Oleh karena itu, seluruh program studi didorong untuk terus melakukan evaluasi, penyempurnaan, dan inovasi dalam proses pembelajaran agar menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Penyelenggaraan workshop ini juga menjadi wujud keseriusan Politeknik Kesehatan Megarezky dalam mendukung implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengenai peningkatan kualitas pendidikan tinggi berbasis luaran (Outcome Based Education), sekaligus memperkuat budaya penjaminan mutu internal di seluruh program studi.
Melalui kegiatan ini, Polimerz berharap seluruh sivitas akademika memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai implementasi OBE sehingga mampu menghasilkan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan zaman, memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan kinerja akreditasi program studi, serta melahirkan lulusan tenaga kesehatan yang unggul, profesional, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*)





