Gamasi, Makassar – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar talkshow di Radio Gamasi 105,9 FM Makassar, Senin (27/7/2026), sebagai bagian dari sosialisasi pelaksanaan Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) X Sulawesi Selatan Digital Festival (DIGIFEST) 2026 presents: Wastra Heritage Market yang akan berlangsung di Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar pada 28 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Talkshow yang berlangsung pukul 14.00–15.00 WITA di Studio Radio Gamasi, Jalan Veteran Selatan Kompleks Marindah Blok B12 Makassar tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Elizabeth Marito Sagala, Deputi Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Daerah Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Lily Gunawan, Ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Makassar, serta Stefanus M. Hary, Analis Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran, Pengawasan Sistem Pembayaran PUR dan Pelindungan Konsumen Bank Indonesia Sulsel. Acara dipandu oleh host Radio Gamasi, Mila Karmila.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia menjelaskan bahwa penyelenggaraan KKS X DIGIFEST 2026 merupakan bentuk sinergi dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Makassar dalam mendorong penguatan UMKM sekaligus mempercepat digitalisasi sistem pembayaran di Sulawesi Selatan.
Deputi Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Daerah Bank Indonesia Sulsel, Elizabeth Marito Sagala, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Road to Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026, yang menjadi ajang nasional untuk mempromosikan capaian pengembangan UMKM dan digitalisasi sistem pembayaran sepanjang tahun 2026.
“KKS X DIGIFEST 2026 merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam mendorong UMKM agar semakin berdaya saing melalui pemanfaatan teknologi digital dan sistem pembayaran yang aman, cepat, serta efisien,” ujar Elizabeth.
Ia mengajak masyarakat Sulawesi Selatan untuk hadir dan memeriahkan seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama enam hari tersebut.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk hadir di Mal Ratu Indah mulai 28 Juli hingga 2 Agustus 2026. Tidak hanya berbelanja produk UMKM, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai kegiatan edukasi mengenai digitalisasi sistem pembayaran,” tambahnya.
Elizabeth menegaskan, digitalisasi sistem pembayaran bukan hanya mengubah cara masyarakat bertransaksi, tetapi juga menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing usahanya.
“Digitalisasi bukan sekadar perubahan cara membayar, tetapi menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ekonomi daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Makassar, Lily Gunawan, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Bank Indonesia menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan wastra dan produk kreatif lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kolaborasi dengan Bank Indonesia menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan karya-karya wastra dan produk kreatif lokal kepada masyarakat yang lebih luas,” kata Lily.
Menurutnya, Wastra Heritage Market tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM fesyen untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih besar.
“Melalui Wastra Heritage Market, kami ingin menunjukkan bahwa produk UMKM Sulawesi Selatan memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Kami berharap masyarakat datang dan mendukung produk lokal karena setiap pembelian merupakan bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif daerah,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Analis Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran, Pengawasan SP PUR dan Pelindungan Konsumen Bank Indonesia Sulsel, Stefanus M. Hary, menjelaskan bahwa selama penyelenggaraan KKS X DIGIFEST 2026, masyarakat akan disuguhkan berbagai kegiatan edukatif mengenai transaksi digital.
Kegiatan tersebut antara lain Kompetisi QRIS Modern Dance, QRIS Tap Content Competition, E-sport Mobile Legends, Stand Up Comedy Competition, hingga Lomba Mewarnai bagi anak-anak. Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti kuis, permainan interaktif, serta memperoleh edukasi mengenai sistem pembayaran digital dan pelindungan konsumen di booth Bank Indonesia.
“Melalui berbagai kompetisi seperti QRIS Modern Dance dan QRIS Tap Content, kami ingin mengedukasi masyarakat dengan cara yang menarik sehingga pemahaman mengenai sistem pembayaran digital semakin meningkat,” ungkap Stefanus.
Ia menjelaskan, penggunaan QRIS dan instrumen pembayaran digital memberikan banyak manfaat bagi pelaku UMKM, mulai dari mempercepat transaksi hingga mendukung pengelolaan usaha yang lebih baik.
“Penggunaan QRIS dan pembayaran digital memberikan banyak manfaat bagi pelaku usaha, mulai dari transaksi yang lebih cepat, pencatatan yang lebih rapi, hingga keamanan yang lebih terjamin,” jelasnya.
Stefanus juga mengingatkan pentingnya pemahaman mengenai pelindungan konsumen dalam setiap transaksi digital.
“Selain mendorong transaksi digital, kami juga mengingatkan masyarakat agar memahami aspek pelindungan konsumen sehingga dapat bertransaksi secara aman dan nyaman,” tutupnya.
Melalui talkshow di Radio Gamasi, Bank Indonesia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya digitalisasi sistem pembayaran sekaligus berpartisipasi dalam KKS X DIGIFEST 2026, sehingga mampu mendorong pertumbuhan UMKM, memperluas ekonomi kerakyatan, serta mempercepat transformasi ekonomi digital di Sulawesi Selatan. (Mila)





