Gamasi, Makassar — Dua akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar berhasil lolos dalam Program Visiting Professor/Visiting Scholars 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI.
Berdasarkan pengumuman resmi pada 4 Agustus 2026, kedua dosen tersebut adalah Ir. Mutmainnah, S.T., M.T., Ph.D. (Dosen Prodi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi) dan Sukirman, S.Pd., M.Pd., Ph.D. (Ketua Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Pascasarjana). Sukirman dijadwalkan menimba pengalaman akademik di Washington State University, Amerika Serikat, sedangkan Mutmainnah akan bertolak ke Eindhoven University of Technology, Belanda.
Rencananya, kedua dosen tersebut akan berangkat pada akhir September 2026 untuk menjalani program selama kurang lebih satu bulan. Dari total peserta di seluruh Indonesia, hanya 10 dosen PTKI yang berhasil lolos seleksi ketat program ini.
Sukirman menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini setelah aktif berburu Letter of Acceptance (LoA) setiap tahunnya. Menurutnya, program ini menjadi peluang besar untuk memperluas jejaring akademik sekaligus membawa pengalaman internasional bagi pengembangan UIN Alauddin Makassar.
Apresiasi tinggi juga datang dari pimpinan universitas. Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Kamaluddin Abunawas, M.Ag., turut menyampaikan rasa bangganya atas capaian yang diraih kedua tenaga pengajar tersebut.
“Atas nama pimpinan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, kami mengucapkan selamat yang setinggi-tingginya kepada Ibu Mutmainnah dan Bapak Sukirman atas kelulusannya dalam Program Visiting Scholar 2026 ini,” ujar Prof. Kamaluddin.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sumber daya manusia dan kualitas akademisi UIN Alauddin Makassar memiliki kompetensi unggul serta mampu bersaing di tingkat internasional. Menurutnya, penetrasi akademik di kampus unggulan Amerika Serikat dan Belanda tersebut akan berdampak positif pada penguatan standar akademik di lingkungan kampus.
“Pencapaian ini tidak hanya mengharumkan nama institusi di kancah global, tetapi juga menjadi injeksi motivasi bagi para dosen lainnya. Kami berharap momentum ini dapat memicu akselerasi kualifikasi riset, publikasi internasional, serta memperluas jejaring kolaborasi global demi meningkatkan reputasi dan akreditasi UIN Alauddin Makassar menuju world-class university,” pungkasnya.
Program Visiting Professor/Visiting Scholars merupakan agenda unggulan Diktis Ditjen Pendidikan Islam Kemenag yang didanai penuh oleh pemerintah. Program ini dirancang untuk memperkuat internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), baik negeri maupun swasta.
Melalui program ini, para peserta terpilih akan terlibat dalam berbagai aktivitas akademik di kampus mitra luar negeri yang tersebar di kawasan Eropa, Amerika, Timur Tengah, hingga Australia. Kegiatan tersebut meliputi riset kolaboratif, kuliah tamu, seminar internasional, pengembangan kurikulum, hingga penyusunan publikasi ilmiah bersama.
Direktur PTKI, Sahiron, menegaskan bahwa penguatan jejaring global merupakan kebutuhan penting dalam meningkatkan mutu PTKI. Program ini diharapkan mampu memperkaya wawasan akademik, meningkatkan kapasitas dosen, serta mendukung pengembangan keilmuan menuju taraf internasional. (*)





