Gamasi, MAKASSAR — Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar menggelar Musyawarah Tani Abbulo Sibatang di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi musim tanam rendengan 2026/2027 dan musim tanam gadu 2027.
Musyawarah tani ini diikuti ratusan peserta yang terdiri atas kelompok tani, kelompok wanita tani, kelompok tani nelayan andalan, serta penyuluh pertanian lapangan.
Mengangkat tema “Mengatasi Dampak Perubahan Iklim melalui Perluasan Implementasi Teknologi untuk Peningkatan Indeks Pertanaman dan Luas Tambah Tanam dalam Mendukung Pencapaian Swasembada Pangan Nasional”, kegiatan tersebut menjadi ruang koordinasi antara pemerintah, penyuluh, dan petani dalam menghadapi tantangan sektor pertanian.
Kepala DP2 Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., yang juga bertindak sebagai Ketua Pelaksana, mengatakan Musyawarah Tani Abbulo Sibatang menjadi forum penting untuk memantapkan kesiapan kelompok tani menghadapi musim tanam mendatang.
“Musyawarah tani ini kita laksanakan untuk memantapkan persiapan kelompok tani beserta anggotanya dalam memasuki musim tanam rendengan 2026–2027 dan musim tanam gadu 2027,” ujar Aulia.
Menurutnya, pemerintah terus mendorong optimalisasi lahan pertanian dan peningkatan produktivitas padi, khususnya di tengah ancaman kekeringan serta ketidakpastian kondisi cuaca akibat perubahan iklim.
Aulia menegaskan, petani tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai subjek utama dalam pembangunan pertanian. Karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu fokus utama yang didorong pemerintah.
“Yang kita dorong bukan hanya peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana petani dapat memanfaatkan teknologi pertanian, penggunaan alat dan mesin pertanian, varietas unggul, pupuk serta sarana produksi lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, penerapan teknologi semakin penting untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah perubahan iklim. Koordinasi antara pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani juga terus diperkuat agar berbagai persoalan di lapangan dapat diantisipasi sejak awal musim tanam.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Makassar turut menyerahkan bantuan sarana pertanian kepada kelompok tani. Bantuan tersebut berupa 2.000 liter pupuk organik cair, 2.365 kilogram benih padi sebar, lima unit kultivator, 20 unit hand sprayer elektrik, serta dua unit pompa air berukuran tiga inci.
Aulia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan petani sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Makassar.
“Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan petani sekaligus memperkuat upaya peningkatan produktivitas pertanian di Kota Makassar,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kering yang berkepanjangan.
Munafri mengatakan perubahan iklim menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama, terutama dalam memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian.
Menurutnya, keterbatasan lahan dan jaringan irigasi di Kota Makassar mengharuskan pemerintah mengembangkan pola pertanian yang berbasis teknologi.
Pemkot Makassar, kata Munafri, telah merencanakan pengembangan greenhouse berbasis Internet of Things (IoT) di sejumlah wilayah. Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian tanpa sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.
“Dengan kondisi lahan yang terbatas, kita harus mendorong pembangunan pertanian yang memanfaatkan teknologi. Ke depan kita tidak boleh sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca,” kata Munafri.
Selain pengembangan teknologi pertanian, Munafri juga mendorong pemanfaatan lahan-lahan sempit melalui konsep urban farming. Langkah ini dinilai dapat menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan di Kota Makassar.
Ia menilai penguatan produksi pangan di dalam kota penting dilakukan agar Makassar tidak sepenuhnya bergantung pada daerah penghasil pangan. Selain menjaga ketersediaan pangan, peningkatan produksi lokal juga diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.
Musyawarah Tani Abbulo Sibatang diharapkan menjadi ruang bersama bagi pemerintah dan petani dalam menyusun langkah strategis menghadapi musim tanam rendengan 2026/2027 dan musim tanam gadu 2027.
Melalui penguatan teknologi, bantuan sarana produksi, serta kolaborasi antara pemerintah dan kelompok tani, sektor pertanian perkotaan diharapkan semakin produktif dan mampu memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. (*)






