YASMIB Sulawesi Dorong Kolaborasi Multipihak Perkuat Layanan WASH dan Kesehatan Reproduksi

Gamasi, Makassar – Yayasan Swadaya Mitra Bangsa (YASMIB) Sulawesi mendorong penguatan kolaborasi multipihak dalam meningkatkan layanan Water, Sanitation and Hygiene (WASH), persampahan, serta kesehatan reproduksi yang responsif gender, inklusif, dan berkeadilan di Sulawesi Selatan.

Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Multistakeholder Forum (MSF) Provinsi Sulawesi Selatan bertema “Dari Bukti ke Aksi: Memperkuat Layanan Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) dan Kesehatan Reproduksi yang Responsif Gender, Inklusif dan Berkeadilan di Sulawesi Selatan”.

Kegiatan yang digelar secara hybrid tersebut berlangsung di Ruang Rapat Mamminasata Lantai 4 Kantor BAPPELITBANGDA Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo No. 269, Kota Makassar, Rabu (26/8/2026).

Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perangkat daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota, organisasi masyarakat sipil, kelompok perempuan, kelompok penyandang disabilitas, serta pihak lainnya untuk memperkuat sinergi dalam pemenuhan layanan dasar masyarakat.

Direktur Eksekutif YASMIB Sulawesi, Rosniaty Azis, mengatakan persoalan WASH, persampahan, dan kesehatan reproduksi tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah seorang diri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha dan organisasi masyarakat sipil.

“Bukan hanya tanggung jawab kita, tetapi saya kira semuanya, masyarakat, dunia usaha, semua punya kewajiban untuk bersama-sama menyelesaikannya,” ujar Rosniaty.

Menurutnya, kolaborasi menjadi penting agar berbagai persoalan pelayanan dasar dapat ditangani secara lebih komprehensif. Komitmen tersebut, kata dia, harus diwujudkan melalui kerja sama, keterbukaan terhadap masukan masyarakat, serta perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.

Ia menilai masyarakat perlu diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan masukan terhadap kualitas pelayanan publik. Dengan demikian, berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusi melalui mekanisme yang tersedia.

“Kita sudah sama-sama berkomitmen untuk menjaga dan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Kalau ada hal-hal yang perlu diperbaiki, mari kita sampaikan dan kita usulkan melalui mekanisme yang ada,” katanya.

Rosniaty menambahkan, pendekatan kolaboratif juga diperlukan untuk memastikan layanan WASH dan kesehatan reproduksi dapat menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk kelompok perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang berada di wilayah rentan dan pesisir.

Melalui MSF tersebut, YASMIB Sulawesi bersama Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sulawesi Selatan dan Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Makassar, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, berupaya memperkuat koordinasi dan mendorong agar berbagai temuan serta bukti di lapangan dapat diterjemahkan menjadi aksi dan kebijakan yang lebih responsif.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antarpemangku kepentingan. Diharapkan, hasil forum dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun tata kelola pelayanan yang transparan, inklusif, berintegritas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Terima kasih atas sharing pengetahuan dan kerja sama yang baik antara pihak kami dengan pemerintah. Sekali lagi, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih,” tutur Rosniaty.

Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat dilanjutkan melalui langkah konkret dan kerja bersama dalam memperkuat layanan WASH, persampahan, serta kesehatan reproduksi di Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *