Gamasi, Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus mendorong penguatan budaya menabung dan literasi keuangan sejak usia dini. Upaya tersebut diwujudkan melalui Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang melibatkan pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengatakan pelaksanaan Puncak HIM dan BLK 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan produk dan layanan keuangan yang aman, legal, serta sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
Komitmen tersebut terlihat dari keterlibatan industri jasa keuangan dalam memberikan akses langsung kepada para pelajar. Salah satunya melalui Bank Sulselbar yang membuka Rekening Simpanan Pelajar (SimPel) iB bagi seluruh pelajar Sekolah Rakyat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Pembukaan rekening tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengenalan produk perbankan, tetapi menjadi langkah awal bagi siswa untuk mempraktikkan kebiasaan menabung secara teratur.
“Menabung sejak dini bukan hanya soal menyisihkan uang, tetapi juga membangun disiplin dalam mengelola keuangan dan merencanakan masa depan,” ujar Muchlasin.
Selain Bank Sulselbar, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) turut memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya menabung serta aspek keamanan dan penjaminan simpanan di bank.
Sementara itu, OJK memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengelola keuangan sejak dini. Para pelajar diajak memahami bahwa kemampuan mengatur uang merupakan bagian penting dalam mempersiapkan masa depan dan mewujudkan cita-cita.
Kehadiran OJK, LPS, dan Bank Sulselbar dalam satu kegiatan menjadi bentuk sinergi dalam membangun pemahaman keuangan yang lebih komprehensif bagi pelajar. Edukasi tidak hanya mencakup kebiasaan menabung, tetapi juga pengenalan produk keuangan, keamanan simpanan, serta pentingnya menggunakan layanan keuangan pada lembaga yang resmi dan berizin.
Menurut Muchlasin, sinergi tersebut perlu terus diperkuat agar edukasi dan akses terhadap layanan keuangan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya generasi muda.
Upaya itu dinilai penting mengingat pelajar merupakan kelompok yang akan menjadi bagian dari generasi produktif dan penggerak perekonomian di masa mendatang. Dengan pemahaman keuangan yang baik sejak dini, mereka diharapkan mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijak ketika memasuki usia dewasa.
Puncak HIM dan BLK 2026 sendiri dikemas dengan pendekatan edukasi yang dekat dengan kehidupan pelajar. Para siswa tidak hanya mendapatkan informasi mengenai produk perbankan, tetapi juga diajak memahami manfaat menabung dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan yang dibangun sederhana: uang yang dimiliki perlu dikelola, bukan sekadar dihabiskan. Kebiasaan menyisihkan sebagian uang secara rutin dapat menjadi latihan kedisiplinan sekaligus langkah awal untuk mencapai tujuan di masa depan.
Melalui momentum Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK mengajak para pelajar untuk mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak sekarang, antara lain dengan menabung secara rutin, mengelola uang secara bijak, serta memilih produk dan layanan keuangan yang resmi dan aman.
Dengan kolaborasi antara regulator, lembaga penjamin simpanan, dan industri jasa keuangan, gerakan literasi keuangan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih jauh, edukasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, bijak, mandiri, dan inklusif secara finansial, sehingga memiliki fondasi yang kuat untuk mempersiapkan masa depan dan mewujudkan cita-citanya. (*)





