Tabligh Akbar Athirah Bukit Baruga Tanamkan Nilai Kelembutan dan Bakti kepada Orang Tua

Gamasi, Makassar – Hubungan antara anak dan orang tua menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter dan menentukan keberhasilan seseorang dalam menjalani pendidikan maupun kehidupan. Nilai tersebut kembali ditekankan SMA Islam Athirah Bukit Baruga melalui Tabligh Akbar Volume IV yang mengangkat tema “Balas Kasih Orang Tua dengan Kelembutan”.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Fatimah, Sekolah Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga, Selasa (15/9/2026), tersebut diikuti seluruh civitas akademika mulai dari siswa, guru, karyawan hingga orang tua siswa.

Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga, Mas Aman Uppi, turut hadir membersamai kegiatan tersebut. Suasana religius telah terasa sejak awal acara melalui pembacaan Al-Qur’an dan sari tilawah yang dibawakan siswa-siswi SMA Islam Athirah Bukit Baruga.

Dalam sambutannya, Mas Aman Uppi mengajak seluruh siswa mengikuti kajian dengan sungguh-sungguh. Ia juga memperkenalkan filosofi TEKAD sebagai bekal dalam mengawali sebuah kegiatan maupun perjuangan.

“Dalam mengawali sebuah kegiatan atau perjuangan, kita membutuhkan TEKAD,” ujarnya.

Ia menjelaskan, TEKAD merupakan akronim dari Tujuan, Energi, Kerja Sama, Ahli, dan Doa. Lima unsur tersebut, kata dia, menjadi fondasi penting untuk membangun kesungguhan dan konsistensi dalam mencapai tujuan.

Sementara itu, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Dr. Bakry, menyoroti pentingnya membangun hubungan yang baik antara anak dan orang tua. Menurutnya, sikap seorang anak kepada orang tua memiliki keterkaitan dengan perjalanan pendidikan dan kehidupannya.

“Faktanya, semua siswa yang berbuat baik kepada orang tua, sukses secara akademik dan kariernya bagus. Itu fakta. Ada siswa yang bermasalah, komunikasinya tidak baik, faktanya juga ternyata tidak bisa menyelesaikan sekolahnya. Pilihan ada pada kita,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan siswa tidak cukup hanya dibangun melalui kemampuan akademik. Pendidikan karakter dan akhlak, termasuk bagaimana seorang anak memperlakukan orang tuanya, menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang utuh.

Balas Kasih dengan Kelembutan

Memasuki acara inti, Tabligh Akbar menghadirkan Dr. H. Harman Tajang, Lc., M.H.I., Hafidzohullah, sebagai pemateri. Ia membawakan kajian bertema “Balas Kasih Orang Tua dengan Kelembutan”.

Dalam kajiannya, Ustaz Harman mengajak peserta memahami kembali kedudukan orang tua serta besarnya kasih sayang yang telah diberikan kepada anak. Kasih tersebut, menurutnya, perlu dibalas bukan hanya dengan pencapaian, tetapi juga melalui sikap lembut, santun dan penuh penghormatan.

Ia juga mengingatkan bahwa ukuran kesuksesan sejati tidak semata-mata dilihat dari pencapaian materi, harta maupun karier. Kesuksesan yang hakiki adalah ketika seseorang memperoleh kehidupan akhirat yang baik dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga di dalam surga.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Harman turut menguraikan tentang doa-doa kebaikan dalam keluarga. Keberkahan keluarga, menurutnya, dapat terwujud ketika orang tua menjadi pribadi yang saleh dan anak-anak tumbuh menjadi generasi yang taat serta saleh dan salehah.

Pesan itu memperkuat pentingnya keseimbangan antara prestasi dan akhlak. Siswa didorong untuk mengejar keberhasilan pendidikan dan masa depan, namun tetap menjadikan bakti kepada orang tua sebagai bagian dari perjalanan tersebut.

Antusiasme peserta terlihat hingga penghujung acara. Sebelum menutup kajian, Ustaz Harman membuka sesi interaktif dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada para siswa.

Dua siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan baik mendapatkan souvenir spesial dari pemateri.

Melalui Tabligh Akbar Volume IV ini, SMA Islam Athirah Bukit Baruga tidak hanya menghadirkan penguatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada generasi muda tentang pentingnya kelembutan, penghormatan dan bakti kepada orang tua.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi siswa dalam membangun karakter, menjalani proses pendidikan, serta mempersiapkan masa depan dengan tetap berpegang pada akhlak dan nilai-nilai keislaman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *