Gamasi, TANGERANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (KPw BI Sulsel) membawa 22 UMKM binaan program REWAKO untuk mempromosikan produk unggulan daerah di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, 14–18 Oktober 2026.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia memperluas akses pasar internasional bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Sulawesi Selatan sekaligus meningkatkan kesiapan pelaku usaha lokal menembus pasar ekspor.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki E. Wimanda, mengatakan partisipasi UMKM REWAKO dalam pameran perdagangan berskala internasional tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan potensi produk unggulan Sulawesi Selatan kepada calon pembeli dari berbagai negara.
“Melalui TEI 2026, kami mendorong UMKM binaan agar semakin siap memasuki pasar global, tidak hanya melalui promosi produk, tetapi juga dengan meningkatkan pemahaman terhadap kebutuhan pasar internasional, membangun jejaring usaha, serta menjajaki peluang kerja sama dengan calon buyer,” ujar Rizki.
TEI 2026 diselenggarakan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dengan mengusung tema The Ultimate Hub for Global Sourcing. Pameran ini diikuti 1.873 peserta pameran dan mencatat 8.092 pembeli luar negeri dari 134 negara.
Pameran tersebut resmi dibuka pada Rabu (14/10/2026). Presiden RI Prabowo Subianto diwakili Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Pada TEI tahun ini, KPw BI Sulsel menghadirkan UMKM REWAKO dari 10 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, yakni Makassar, Enrekang, Toraja Utara, Gowa, Luwu, Takalar, Pangkep, Luwu Timur, Bone, dan Bulukumba.
Sebanyak 22 UMKM tersebut terdiri atas tujuh UMKM kopi, tujuh UMKM rempah, lima UMKM olahan makanan dan minuman, dua UMKM perikanan, serta satu UMKM kriya. Keberagaman produk ini mencerminkan potensi komoditas dan kreativitas pelaku usaha daerah yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.
Dari sisi penempatan, sebanyak 21 UMKM kategori makanan dan minuman, kopi, rempah, serta perikanan menempati Hall 2. Sementara itu, satu UMKM kriya berada di Hall 8.
Dalam pelaksanaannya, KPw BI Sulsel bersinergi dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Inklusif dan Hijau (DEIH) Bank Indonesia serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPwDN) lainnya melalui penataan area pameran terpadu atau island UMKM binaan Bank Indonesia.
Pengaturan tersebut diharapkan dapat meningkatkan visibilitas produk unggulan daerah, memudahkan calon pembeli menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhannya, serta memperkuat kolaborasi promosi UMKM binaan dari berbagai wilayah.
Rizki menambahkan, keikutsertaan UMKM dalam pameran internasional perlu didukung persiapan yang terstruktur agar pelaku usaha mampu memanfaatkan peluang perdagangan secara optimal.
Karena itu, program UMKM REWAKO Ekspor dirancang melalui sejumlah tahapan pendampingan, mulai dari kelas pengenalan dokumen ekspor, riset pasar internasional, business matching, kunjungan usaha atau site visit, hingga kelas persiapan pameran internasional.
Pendekatan tersebut bertujuan membekali pelaku usaha dengan pemahaman mengenai persyaratan ekspor, karakteristik pasar tujuan, kesiapan produk, serta kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi dengan calon mitra dagang.
Selama pelaksanaan TEI 2026, KPw BI Sulsel juga memberikan pendampingan kepada UMKM, terutama dalam memperkenalkan keunggulan produk, membangun jejaring bisnis, serta melakukan diskusi dan penjajakan kerja sama dengan calon pembeli.
Melalui proses tersebut, UMKM diharapkan tidak sekadar memperoleh ruang promosi, tetapi juga mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai standar kualitas, kebutuhan konsumen, dan peluang pengembangan pasar.
Partisipasi dalam TEI 2026 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menuju Sulampua Investment and Business Forum (SIBF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Makassar.
KPw BI Sulsel akan memanfaatkan momentum TEI untuk menjajaki peluang menghadirkan calon pembeli potensial pada SIBF 2026. Langkah ini diharapkan menciptakan kesinambungan antara promosi produk, penjajakan bisnis, dan perluasan akses pasar bagi UMKM di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Dengan sinergi dan pendampingan yang berkelanjutan, Bank Indonesia berharap UMKM REWAKO semakin adaptif, memiliki daya saing yang kuat, serta mampu memanfaatkan peluang perdagangan yang lebih luas.
Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (*)





