UMI Makassar Buka Abdidaya Ormawa 2026, Hadirkan 2.500 Peserta dari 60 Kampus

Gamasi, Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar resmi membuka Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) UMI, Makassar, Kamis (22/10/2026) malam. Ajang pengabdian masyarakat tingkat nasional ini diikuti sekitar 2.500 peserta dari 60 perguruan tinggi di Indonesia dengan menghadirkan 120 tim yang membawa karya dan program pengabdian terbaik.

Mengusung tema *“Bersama Berkarya, Berdampak untuk Indonesia Berkelanjutan”*, Abdidaya Ormawa 2026 menjadi wadah apresiasi sekaligus ruang kolaborasi bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat.

Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk berkompetisi secara maksimal, tetapi tetap menjadikan persahabatan dan kolaborasi sebagai bagian penting dari kegiatan tersebut.

“Silakan bersaing sehebat-hebatnya. Namun, kalaupun ada yang belum membawa pulang penghargaan, paling tidak ada yang membawa pulang persahabatan. Silakan menikmati Makassar dan juga UMI,” ujarnya.

Menurut Hambali, Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi masih membutuhkan lebih banyak orang yang bersedia mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. Karena itu, Abdidaya Ormawa memiliki arti penting sebagai ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan melalui aksi nyata.

“Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi masih membutuhkan orang yang mau menyelesaikan masalah. Itulah mengapa Abdidaya ini penting,” tegasnya.

Ia menjelaskan, komitmen UMI dalam pengabdian masyarakat diwujudkan melalui berbagai program berkelanjutan. Saat ini, UMI memiliki 23 desa mitra binaan serta 97 sarjana dan tenaga pengabdi desa.

Pada 2026, sebanyak 30 program pengabdian masyarakat UMI juga memperoleh pendanaan dengan total mencapai Rp2,2 miliar. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk memastikan ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Hambali menegaskan, bagi UMI, ukuran keberhasilan perguruan tinggi bukan semata-mata angka maupun kemegahan gedung, melainkan seberapa luas manfaat ilmu yang dihasilkan dan dirasakan masyarakat.

“Bukan angka atau gedungnya, tetapi UMI ingin diakui karena keluasan manfaat ilmunya. Itulah jati diri UMI sebagai kampus ilmu dan ibadah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Abdidaya Ormawa 2026 yang juga Wakil Rektor III UMI Bidang Pembinaan Kemahasiswaan, Prestasi dan Hubungan Alumni, Prof. Kamal Hidjaz, menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026.

Berbagai rangkaian kegiatan disiapkan untuk memberikan ruang kepada mahasiswa dalam mempresentasikan hasil pengabdian sekaligus berbagi pengalaman dan memperluas jejaring antarkampus.

Kegiatan tersebut meliputi ekspo, pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), presentasi finalis, seminar, serta forum berbagi pengalaman antarmahasiswa. Program pengabdian yang ditampilkan mencakup berbagai bidang, antara lain kewirausahaan, pertanian, kesehatan, pariwisata, pendidikan, dan kemanusiaan.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Dr. Beny Bandanadjaja, menegaskan bahwa Abdidaya Ormawa tidak sekadar menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan penghargaan, tetapi juga bagian dari program pengembangan kapasitas organisasi kemahasiswaan.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan sosial, kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi dalam menghadapi persoalan di masyarakat.

Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memperkuat kontribusi organisasi di daerah masing-masing, membangun karakter berintegritas, serta menghasilkan gagasan kreatif dan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penyelenggaraan Abdidaya Ormawa 2026 di Makassar diharapkan tidak hanya melahirkan tim berprestasi, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi dan mendorong keberlanjutan program pengabdian masyarakat.

Panitia turut menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek, Yayasan Wakaf UMI, pimpinan universitas, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, mitra, sponsor, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan nasional tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT