Pertamina Sesuaikan Harga Sejumlah BBM Nonsubsidi di Sulsel, Stok Dipastikan Aman

Gamasi, Makassar, 21 April 2026 – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengumumkan penyesuaian harga pada sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di wilayah Sulawesi Selatan. Produk yang mengalami perubahan harga yakni Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Penyesuaian harga tersebut disebut mengikuti dinamika harga energi global serta fluktuasi nilai tukar yang secara berkala memengaruhi harga BBM nonsubsidi. Sementara itu, harga BBM lainnya seperti Pertamax dan Pertalite dipastikan tetap stabil.

Pertamina menyebut mayoritas masyarakat tidak terdampak langsung oleh perubahan tersebut karena konsumsi BBM nonsubsidi beroktan dan berspesifikasi tinggi di Sulawesi Selatan masih relatif kecil.
Berdasarkan data konsumsi, penggunaan Pertamax Turbo tercatat belum mencapai 1 persen dari total penyaluran BBM di wilayah itu. Adapun konsumsi Pertamina Dex dan Dexlite berada di kisaran sekitar 3 persen.

Sales Area Manager Retail Sulselbar Pertamina, Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, mengatakan komposisi penggunaan tersebut membuat dampak kenaikan harga terhadap pola konsumsi masyarakat secara umum tetap terbatas.

“Segmen pengguna BBM ini memang spesifik dan porsinya kecil. Dengan kondisi tersebut, penyesuaian harga tidak mendorong perubahan signifikan pada konsumsi secara keseluruhan,” ujar Rainier.
Selain itu, Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM di Sulawesi Selatan dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal. Perusahaan menyatakan tidak ada indikasi gangguan pasokan akibat penyesuaian harga tersebut.

Di sisi lain, Pertamina menaruh perhatian pada pengawasan distribusi di tengah disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan perbedaan harga antarproduk berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tertentu sehingga pengawasan perlu diperkuat.

“Perbedaan harga yang cukup tinggi antarproduk berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Karena itu, pengawasan distribusi harus diperkuat dan melibatkan banyak pihak, baik Pertamina, aparat penegak hukum, maupun pemerintah daerah, agar penyaluran tetap sesuai peruntukan,” kata Lilik.

Ia menambahkan, sistem digitalisasi dan monitoring transaksi terus dioptimalkan guna meminimalkan potensi penyalahgunaan, khususnya pada BBM subsidi yang memiliki regulasi ketat dalam penyalurannya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan dan kebutuhan, serta menghindari pembelian yang tidak sesuai peruntukan.

Masyarakat yang menemukan indikasi pelanggaran atau kendala layanan di lapangan dapat melaporkan melalui Pertamina Call Center (PCC) 135.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan guna memastikan distribusi energi berjalan tertib, transparan, dan tepat sasaran di seluruh wilayah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *