MAKASSAR, 15 Juni 2026 — Komitmen dalam menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja terus diperkuat oleh Program Studi D-III Teknologi Bank Darah Politeknik Kesehatan Megarezky melalui pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Sebagai bagian dari tahapan akademik berbasis praktik, Prodi D-III Teknologi Bank Darah secara resmi melaksanakan kegiatan penarikan mahasiswa PKL Angkatan II yang telah menyelesaikan praktik di Unit Donor Darah PMI Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin (15/6/2026).
Sebanyak 11 mahasiswa mengikuti program PKL yang berlangsung selama kurang lebih dua bulan, terhitung sejak 6 April hingga 15 Juni 2026. Selama menjalani praktik, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam berbagai aspek pelayanan transfusi darah, mulai dari manajemen donor darah, seleksi dan skrining donor, pengolahan komponen darah, pemeriksaan serologi dan imunohematologi, hingga sistem pengendalian mutu yang menjadi bagian penting dalam menjamin keamanan darah bagi masyarakat.
Kegiatan PKL merupakan implementasi pembelajaran vokasi yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori yang diperoleh di ruang kelas dengan praktik nyata di institusi pelayanan kesehatan. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi teknis, tetapi juga memperkuat keterampilan komunikasi, etika profesi, kemampuan bekerja dalam tim, serta pemahaman terhadap budaya kerja yang profesional.
Ketua Program Studi D-III Teknologi Bank Darah, Dahniar, S.Si., M.Kes. menyampaikan bahwa keberadaan UDD PMI Provinsi Sulawesi Selatan sebagai wahana praktik memberikan nilai strategis bagi pengembangan kompetensi mahasiswa karena menjadi salah satu institusi rujukan pelayanan transfusi darah di tingkat provinsi.
“Mahasiswa memperoleh kesempatan belajar secara langsung dari para praktisi dan tenaga profesional yang memiliki pengalaman luas dalam pelayanan donor dan transfusi darah. Pengalaman ini menjadi modal penting untuk membentuk lulusan yang memiliki kompetensi sesuai standar profesi dan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur II Politeknik Kesehatan Megarezky, H. Anang Nur Imansyah, S.Sos., M.Kes. menegaskan bahwa kegiatan PKL merupakan bagian dari upaya institusi dalam membangun pendidikan vokasi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi kesehatan, dan kebutuhan pelayanan masyarakat.
Menurutnya, pendidikan tenaga kesehatan saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga harus mampu membentuk lulusan yang memiliki keterampilan praktik yang kuat, karakter profesional, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika pelayanan kesehatan modern.
“Praktik Kerja Lapangan menjadi ruang pembelajaran yang sangat penting dalam proses pembentukan kompetensi mahasiswa. Di UDD PMI Provinsi Sulawesi Selatan, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai aspek teknis pengelolaan darah, tetapi juga memahami pentingnya kualitas pelayanan, keselamatan pasien, serta tanggung jawab profesi yang melekat pada tenaga teknologi bank darah. Kami berharap pengalaman ini menjadi fondasi yang kuat bagi mahasiswa untuk berkiprah sebagai tenaga kesehatan yang unggul, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi sistem pelayanan kesehatan nasional,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan institusi pelayanan kesehatan merupakan elemen penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual sekaligus memperluas wawasan profesional mereka.
Pihak UDD PMI Provinsi Sulawesi Selatan turut memberikan apresiasi terhadap dedikasi dan kinerja mahasiswa selama menjalani praktik. Mahasiswa dinilai mampu menunjukkan sikap profesional, kedisiplinan, semangat belajar yang tinggi, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis.
Keberhasilan pelaksanaan PKL ini menjadi refleksi dari kuatnya kemitraan antara Politeknik Kesehatan Megarezky dan UDD PMI Provinsi Sulawesi Selatan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas. Kemitraan tersebut diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Melalui pengalaman praktik yang diperoleh selama dua bulan terakhir, mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai profesionalisme, keselamatan kerja, dan pelayanan prima sebagai bekal memasuki dunia kerja. Dengan demikian, lulusan D-III Teknologi Bank Darah Politeknik Kesehatan Megarezky tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga kesiapan praktis untuk berkontribusi dalam penyelenggaraan pelayanan transfusi darah yang aman, berkualitas, dan berstandar nasional.
Kegiatan penarikan mahasiswa PKL ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada pihak UDD PMI Provinsi Sulawesi Selatan sebagai simbol apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin, sekaligus komitmen bersama dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.





