SEMUA BISA BAHAGIA SPESIAL RAMADHAN

Ciri Hati yang Sakit
Oleh: Usman Jasad

Salah satu penyebab utama seseorang tidak bahagia karena memiliki hati yang sakit. Penyakit-penyakit jasmani itu memiliki gejala-gejala tertentu, seperti penyakit demam berdarah gejalanya antara lain ada bintik-bintik merah pada kulit.

Penyakit hati juga demikian, ia memiliki gejala-gejala tertentu. Gejala atau ciri itu harus diketahui agar bisa melakukan perawatan dengan baik. Jangan sampai ada orang yang sudah lama mengidap penyakit hati tetapi tidak melakukan perawatan karena tidak mengetahui gejala-gejalanya.

Ciri-ciri hati yang sakit itu antara lain:
Ciri pertama, orang yang hatinya sakit itu tidak mau menerima kebenaran. Kalau dinasehati, ia menolak dengan berbagai alasan. Ia bahkan melakukan tindakan yang bertolak belakang dengan kebenaran.

Ada seorang pasien dinasehati oleh seorang dokter. Kata dokter, “Untuk sementara sebaiknya bapak jangan mengonsumsi daging kambing dulu” Pasien itu menolak dengan alasan bahwa daging kambing adalah makanan favoritnya. Dokter memberikan solusi, “Boleh makan daging, tapi hanya daging yang berasal dari hewan yang bisa berenang” Pasien itu gembira, “Berarti bisa makan daging yang penting berasal dari hewan yang bisa berenang” Pulanglah pasien itu ke rumahnya. Beberapa hari kemudian, dokternya ingin mengecek apakah pasiennnya itu menjalankan nasehat atau tidak. Dokter itu datang ke rumah pasien. Sampai di sana, ternyata pasiennya tidak ada, yang ada hanya istrinya. Dokter bertanya, “Bapak ke mana Bu?” Istrinya menjawab, “Sejak pulang dari konsultasi dokter, beberapa hari terakhir ini selalu pergi ke kolam renang” Dokternya makin penasaran, lalu ia susul pasiennya. Begitu sampai di kolam renang, dokter kaget luar biasa menyaksikan pasiennya itu sedang melatih seekor kambing berenang. Kenapa kambing itu kamu ajar berenang? Tanya dokter. Pasien menjawab, “Saya menjalankan petunjuk dokter bahwa saya hanya boleh makan daging dari hewan yang bisa berenang. Kambing ini saya ajar berenang supaya kalau sudah mahir berarti dagingnya sudah boleh saya makan”

Ini contoh orang yang tidak mau menerima nasehat. Orang yang hatinya sakit sangat tertutup untuk menerima kebenaran. Hati seperti ini biasanya dimiliki oleh orang-orang kafir sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 6-7:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.”

Ciri kedua, orang yang hatinya sakit itu tidak sesuai antara kata dengan perbuatan. Apa yang ia katakan tidak sesuai dengan apa yang ia lakukan. Anda tentu tidak akan membeli obat pada penjual yang cara jualannya begini, “Saudara-saudara yang jauh boleh dekat-dekat. Yang dekat boleh rapat-rapat. Saya menjual obat batuk paling manjur di dunia. Ukh ukh ukh (penjualnya batuk-batuk). Obat ini dapat menyembuhkan segala jenis penyakit batuk, ukh ukh ukh” Saya yakin Anda tidak membeli obatnya karena penjualnya sendiri batuk-batuk. Inilah contoh orang yang tidak sesuai antara kata dengan perbuatan. Orang yang hatinya sakit itu, ada yang mengaku sebagai orang beriman, padahal mereka tidak beriman. Orang seperti ini dijelaskan oleh Allah dalam al-Qur,an surah al-Baqarah ayat 8:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ
“Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman”

Ciri ketiga, orang yang hatinya sakit itu suka membuat kerusakan. Kerusakan itu ada dua macam. Ada kerusakan dalam bentuk fisik, seperti: menebang pepohonan secara liar, mengotori lingkungan, dan mencemari lautan. Ada juga kerusakan dalam bentuk non fisik, seperti: melakukan provokasi adu domba, menyebar fitnah dan berita hoaks. Masyarakat yang tenang dibikin resah. Masyarakat yang harmonis dibuat konflik antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. Celakanya meskipun melakukan kerusakan, ia justeru mengaku telah melakukan kebaikan. Orang seperti ini dijelaskan oleh Allah dalam al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 11:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

“Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”

Semoga kita semua terhindar dari gejala-gejala penyakit hati ini sehingga bisa hidup bahagia di dunia dan di akhirat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *