Yayasan Hadji Kalla Gelar Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Kota Makassar

Gamasifm, Makassar – Yayasan Hadji Kalla menggelar Sosialisasi dan simulasi tanggap bencana kebakaran kota Makassar pada sabtu dan minggu 18-19 Desember 2021 bertempat di Kelurahan Minasa Upa Makassar. Kegiatan ini dibuka oleh Hidayat Sukardin mewakili Kepala BPBD Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Hidayat Sukardin, menyebut bahwa Pemerintah Kota Makassar mengapresiasi Yayasan Hadji Kalla yang berkontribusi dalam upaya penanggulangan bencana melalui simulasi bencana kebakaran pemukiman.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa Penanggulangan bencana ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah melainkan juga dukungan partisipasi dan peran serta organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat.

“BPBD Makassar dan Dinas Pemadam Kebakaran mencatat kejadian kebakaran di kota Makassar dari Januari hingga Desember 2021 mencapai 133 kejadian dengan kerugian ditaksir mencapai kurang lebih 21,7 Milyar. Frekuensi kebakaran yang cukup tinggi ini tentunya menjadi pembelajaran untuk mewaspadai ancaman tersebut dengan strategi mitigasi dengan sosialisasi serta edukasi penanggulangannya, ” pungkas Hidayat.

Turut hadir dalam Pembukaan, Mohammad Zuhair Direktur Eksekutif Yayasan Hadji Kalla.

Dalam sambutannya Mohammad Zuhair mengatakan bahwa Yayasan Hadji Kalla berkomitmen untuk mendukung program kemanusiaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial korporasi Kalla Group terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, dimana peningkatan kapasitas masyarakat adalah penting untuk memperkuat ketangguhan terhadap bencana.

“Kegiatan yang saat ini kami selenggarakan bersama mitra kerja NGO Yayasan Inanta kiranya dapat memberikan kontribusi bagi penanggulangan bencana di Kota Makassar. Melalui pelatihan dan simulasi tanggap bencana kebakaran ini juga dapat mengedukasi serta mendesiminasi praktek penanggulangan ancaman kebakaran di lingkungan masyarakat, “ungkapnya.

Pelaksaan Simulasi/Drill tanggap kebakaran kota Makassar melibatkan perwakilan masyarakat Kecamatan Rappocini dan Mariso dengan segresi keikutsertaan yang sama antara laki laki dan perempuan serta tetap mengikuti prosedur adaptasi Covid-19 seperti pembatasan max.50 (lima puluh) peserta, wajib menggunakan masker saat tatap muka, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Rangkaian sosialisasi ini berlangsung 2 (dua) hari, difasilitasi Welem Salasa-NGO Inanta dan Ahmad Syarif-PMI Sulsel. Sedangkan sejumlah Trainer menyajikan materi class meeting dan simulasi/ drill, diantaranya Calvein dari PLN Wilayah, Fauzan -PMI Kota, Abd.Gafur dan Cakrawala dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar yang juga menurunkan kendaraan Damkar dan personil untuk simulasi/drill. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *