Angka Stunting Turun di Pulau Barranglompo, Program BHC Dinilai Turut Andil

Gamasifm, Makassar – Angka Stunting di pulau barrang Lompo mengalami penurunan. Lurah Pulau Barrang Lompo, Kurniati menyebutkan dari angka 137 penderita stunting di 2019, tahun ini turun hanya 42 orang saja.

“Ini tentu tidak lepas dari keberhasilan program Building Healthy Cities (BHC) bekerjasama dengan pemerintah kota Makassar untuk memfasilitasi pelatihan Pemberian Makanan Bayi dan Anak dan Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) di tempat kami, “sebutnya.

Hal ini disampaikannya di hadapan rombongan Proyek Building Healthy Cities (BHC), pemerintah kota Makassar dan Lembaga terkait lainnya ketika kunjungan di Pulau Barrang Lompo, Kamis (19/5/2022). Kunjungan ini untuk menutup sekaligus memonitor hasil program yang telah dilaksanakan.

Selama lima tahun proyek Building Healthy Cities (BHC) telah dilaksanakan di Makassar yang didanai oleh USAID, oleh JSI dan di Implementasikan oleh IOM di Kota Makassar.

BHC bertujuan untuk memfokuskan kembali kebijakan, perencanaan, dan layanan kota dengan pola pikir kesetaraan kesehatan dan meningkatkan pengambilan keputusan berdasarkan data untuk program Smart City di tiga lokasi terpilih termasuk Indore (India), Makassar (Indonesia), Da Nang (Vietnam), dan Kathmandu (Nepal).

Son Ha Dinh, Koordinator Program International Organization for Migration untuk Wilayah Indonesia Timur, yang turut hadir mengaku sangat senang dan bangga karena sambutan dan antusiasme masyarakat setempat sangat baik.

“Saya kali pertama mengunjungi pulau yang ternyata penduduknya lebih banyak dari yang pernah saya kunjungi pulau-pulau lain sebelumya. Kami tetap akan mengeksplorasi potensi-potensi yang ada untuk melakukan perubahan-perubahan kecil bagi masyarakat di Barrang Lompo, ” Ungkapnya.

Camat Sangkarrang, Ramli Lallo mengatakan wilayah Sangkarrang memiliki luas 54 km dengan jumlah penduduk 15 ribu jiwa, yang jadi masalah utama adalah keterbatasan pasokan listrik, kesehatan khususnya penanganan stunting.

Namun pihaknya mengapresiasi upaya dari IOM melalui proyek BHC untuk mendukung pencapaian program kota sehat khususnya upaya untuk pencegahan dan penanganan stunting di Kota Makassar, khususnya di Kelurahan Barranglompo.

Dalam kunjungannya ke Pulau yang berjarak sekitar 9 mil di sebelah barat daratan Makassar ini, Pihak IOM menyerahkan 44 benih sayur mayur untuk dimanfaatkan masyarakat setempat demi peningkatan gizi pencegah stunting.
Sekaligus mengunjungi puskesmas dan tempat pengolahan sampah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *