Gamasifm, Makassar – Kepala perwakilan BKKBN Sulsel, Shodiqin SH MM, berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di Sulawesi Selatan.
Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Forum Koordinasi Jurnalis di Ruang pola kantor BKKBN Sulsel, Jalan AP Pettarani Makassar, Rabu (2/8/2023).
Shodiqin menyebutkan, pemerintah menargetkan setiap provinsi penurunan angka stunting mencapai 14 persen tahun depan.
“Saat ini BKKBN Sulsel berupaya mendekati target penurunan stunting. Dari data yang ada, Sulsel masuk dalam 12 besar nasional bersama Sulbar yang cukup tinggi angka stuntingnya,” jelasnya.
Penyebab tingginya angka stunting di daerah lantaran ini banyaknya pernikahan dan kelahiran muda, gizi ibu hamil yang sangat kurang, serta rendahnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya program KB.
Secara nasional, angka stunting pada 2022 lalu memang terjadi penurunan dari 24 persen menjadi 21,6 persen. Tetapi di Sulsel, menurut Shodiqin, angkanya masih sangat tinggi di posisi 27,2 persen.
Dari angka stunting itu, tertinggi penderita stunting adalah Kabupaten Jeneponto 39,8 persen dan terendah di Barru 14,1 persen. Kemudian disusul Makassar 18,4 persen dan Pinrang 20,9 persen.
Upaya yang dilakukan BKKBN Sulsel untuk menurunkan angka stunting dengan melakukan pendataan keluarga dengan menyasar ibu hamil dan anak-anak yang berisiko stunting di setiap daerah.
Pihaknya juga membentuk satgas percepatan penurunan stunting. Dia menyebutkan, di provinsi ada empat orang dan masing-masing kabupaten/kota satu orang satgas stunting.(*)









