Gala Premiere Film Pulang Tak Harus Rumah Tuai Pujian 

Gamasi, MAKASSAR — Gala Premiere film “Pulang Tak Harus Rumah” memesona para penonton yang hadir di Cinepolis Phinisi Point, Makassar, Senin 8 Januari 2024. Acara yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Ina Kartika Sari, Kepala Dinas Pariwisata Makassar Muhammad Roem, Kepala Dinas Kominfo Ismawaty Nur dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin Mustakim, sukses menuai pujian para pencinta film di Makassar. Bahkan sejumlah komedian dan selebgram Makassar yang hadir memberikan apresiasi dan bangga dengan hadirnya film berkualitas di awal tahun 2024.

Lebih dari 670 tamu hadir dalam Gala Premiere yang tersebar dalam 3 studio. Mayoritas penontong pada Gala Premiere adalah Kepala Sekolah se-Kota Makassar yang jumlahnya mencapai 400 orang. Film ini menarik perhatian karena memang menjadi film Pendidikan yang di dalamnya sarat pesan moral.

Apalagi ada Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin Mustakim yang berperan sebagai Kepala Sekolah dalam film berdurasi 79 menit ini. Film Pulang Tak Harus Rumah mempromosikan nilai-nilai pendidikan karakter yang sejalan dengan program pemerintah Kota Makassar “Jagai Anakta” dan 18 Revolusi Pendidikan.

Produser Film, Liani Kawati mengatakan, ini pertama kalinya di Makassar menggunakan metode pendistribusian yang berbeda. “Kami dari tim DL Entertainment melakukan pendistribusian film ke berbagai kota dengan menggandeng bioskop lokal, dan khususnya mengajak sekolah-sekolah untuk ikut terlibat dalam mempromosikan film ini,” katanya.

Pulang Tak Harus Rumah merupakan film produksi DL Entertainment yang akan tayang regular di bioskop CGV Panakukang Square dan Cinepolis Mal Pipo Makassar mulai tanggal 15 Januari 2024. Selain di Kota Makassar, film ini juga tayang di Kendari, Baubau, Kolaka, Kabupaten Bone, Sengkang, Kota Palopo, Balikpapan dan Samarinda.

Film ini diharapkan menjadi inspirasi dan sarana pendidikan yang menyenangkan bagi penontonnya, khususnya anak-anak, sambil menikmati keindahan cerita yang dihadirkan. Aspek global dengan cita rasa lokal juga terasa dengan menghadirkan nuansa-nuansa khas kebudayaan Bugis-Makassar. Tak ayal, film ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dari segala usia.

SINOPSIS FILM

Jeihan ditinggal oleh Inarah, ibunya yang sudah lama tidak datang menjenguk kakek di kampung. Setelah meminta tolong pada kakek, Jeihan akhirnya diperbolehkan tinggal bersamanya. Kakek berusaha membuat Jeihan betah, karena bagaimanapun dia adalah cucu kakek satu-satunya, tetapi sifat Jeihan yang tinggi hati membuat kakek gusar juga.

Di kampung, Jeihan berteman dengan Uleng, seorang gadis yang sangat bersahaja dan ramah. Dia juga yang mengajak Jeihan melakukan banyak hal di desa itu. Tetapi, Jeihan malah bertengkar. Hal ini membuat kakek murka hingga Jeihan kabur dari rumah kakek dan tersesat di dalam hutan di mana satu-satunya tempat sinyal ponsel bisa muncul. Namun rupanya tempat ini sudah dipatok oleh Emmang, sang preman.

Bagaimana lika-liku kisah Jeihan dan Kakeknya di kampung itu? Dan rahasia apa di balik lamanya Inarah pulang ke rumah? Jawabannya di bioskop tanggal 15 Januari 2024! (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *