30 Talenta Berbakat akan Bersaing di Event Kalla Futures Leader 2024

Gamasi, Makassar – 30 orang berbakat dari berbagai kampus di Indonesia ikuti Kalla Futures Leader atau KFL Makassar
Kamis, 13 Juni 2024.

Karlina Ilham selaku Pjs. People & Culture Divison Head KALLA pada temu media di Makassar, Rabu, mengatakan KFL merupakan business case competition skala nasional yang telah dilaksanakan selama dua kali. Tahun ini, KFL sukses digelar dengan menjaring 30 partisipan terbaik dari berbagai kampus ternama di Indonesia.

“Dalam KFL kita mempertemukan mahasiswa-mahasiswa terbaik dari berbagai kampus di Indonesia. Kita sediakan bootcamp, develop skill mereka dan memberikan exposure kepada peserta bagaimana melihat business case yang real di perusahaan seperti apa,” urainya.

Bagi 30 orang itu, mereka berhasil mendapatkan networking yang lebih luas, peluang berkarier di KALLA hingga pengalaman langsung dalam dunia bisnis.

Peserta KFL tahun ini berasal dari Universitas Indonesia (UI), Institut Tekonologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Diponegoro (Undip), Telkom University, Binus University, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Universitas Negeri Makassar (UNM), Kalla Institut, Universitas Dipa Makassar, Universitas Muslim Indonesia (UMI), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Pejalanan KFL 2024 dimulai dari proses registrasi yang telah dibuka pada Mei 2024. Total pendaftar sebanyak 404 orang yang dijaring dalam lima tahapan hingga menyisakan 30 peserta hingga babak grand final. Lalu, mereka yang lolos dibagi ke dalam enam tim dengan jumlah masing-masing personel lima orang.

Tahun ini, ada dua business case anak perusahaan KALLA yang diberikan kepada peserta, yakni NIPAH Park dan Kalla Transport & Logistics (Translog). Untuk menganalisa bisnis tersebut, peserta mengikuti K-Camp selama tiga hari di Makassar.

“KFL sebelumnya telah menggandeng satu orang jebolan KFL dan kemungkinan peluang itu lebih banyak pada tahun ini. Sebab tentu ada nilai plus bagi yang pernah mengikuti KFL untuk bisa dipekerjakan di unit bisnis Kalla,” ujarnya.

Ia menyebutkan, ketentuan untuk bergabung dalam KFL ialah mahasiswa dengan minimal masa kuliah tiga tahun, fresh graduate dengan maksimal dua tahun kelulusan, terbuka untuk seluruh kampus dan jurusan serta tertarik berkarier di KALLA.

Dengan mengikuti KFL, maka para peserta bakal mendapatkan networking yang lebih luas, peluang berkarier di KALLA dan pengalaman berbisnis dari para ahli.

“Salah satu source kita untuk mencari talent-talent terbaik itu salah satunya memang dari Kalla Future Leaders, apalagi kita akan membuka management trainee dalam beberapa bulan ke depan. Harapan selanjutnya, mereka dapat bergabung di situ,” urainya.

Talent Management & Culture Department Head KALLA Muh Ilhamsyah Ekaputra mengatakan, untuk menguatkan analisa real business case, para peserta diajak melakukan genba atau kunjungan langsung ke tiga lokasi unit bisnis, yakni cold storage dan stock yard Kalla Translog serta NIPAH Park.

Bahkan mereka berdiskusi langsung dengan manajemen hingga CEO unit bisnis tersebut.

“Setelah melakukan analisa bisnis dan genba, mereka lalu mengikuti final presentation secara langsung di hadapan Board of Director dan jajaran chief KALLA. Mereka yang dinyatakan sebagai tiga tim pemenang mendapatkan hadiah dengan total Rp35 juta,” sebut Ilham.

Adapun daftar pemenang KFL 2024, yakni juara pertama diraih oleh tim yang beranggotakan Rafi Sahar M (IPB), Ichtiar Gunawan (UNM), Faiz Sulfan (Telkom University), Muh Alif Rivaldi (Unhas), dan M Almahdi R (UIN Alauddin Makassar).

Lalu, juara kedua diraih oleh tim beranggotakan Miftahul Khaerat (Unhas), Sekar Kinanti (UGM), Edward H.E (Binus University), Muh Muhaimin (Universitas Dipa) dan Al Isra Denk (Kalla Institute). Sedangkan, juara ketiga diraih oleh tim yang beranggotakan Aflah Fikri M (Unhas), Fauzan (UI), Gusti Ayu Sri (UNM), Ainina Istiqomah (Kalla Institute) dan Abbas (Telkom University).

Sementara itu, peserta asal UGM, Sekar Kinanti mengungkapkan KFL sangat berbeda dengan kompetisi perusahaan lain yang pernah diikutinya. Topik yang menjadi pembahasan dalam KFL berbeda-beda di tiap tahapannya.

“Misalnya, tak hanya fokus pada case marketing. Hal menarik dalam KFL ialah scope bisnisnya berganti-ganti di setiap tahapan sehingga ini memberikan kesempatan yang sangat baik buat peserta dalam memahami dunia bisnis,” kata dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *