Gamasi, Makassar, 26 Agustus 2025 – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengungkapkan bahwa ekonomi Sulsel pada triwulan II 2025 mengalami perlambatan. Secara nasional, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel menempati peringkat ke-22.
Dari sisi lapangan usaha (LU), sektor pertanian yang menjadi penopang utama tumbuh 3,36% (yoy), jauh lebih rendah dibanding 15,73% pada triwulan sebelumnya. Perlambatan ini dipicu normalisasi musim panen yang kembali ke periode Maret–April, sehingga produksi padi terkoreksi hingga 6,27% (yoy).
Meski demikian, sejumlah sektor lain mencatatkan pertumbuhan positif. Sektor perdagangan meningkat, ditopang penjualan kendaraan baru yang naik 11% atau mencapai 58 ribu unit. Industri pengolahan juga membaik, khususnya pada industri mikro kecil seperti makanan-minuman, galian bukan logam, tekstil, kulit, kayu, dan furnitur.
Sektor konstruksi turut menguat sejalan dengan realisasi investasi di Sulsel yang melonjak 58% (yoy). Kondisi ini tercermin dari konsumsi semen yang meningkat 5,75% (yoy). Sementara itu, sektor pertambangan tumbuh positif dengan produksi nikel matte naik 12% dan gas alam 8,4% (yoy).
Rizki menegaskan, BI akan terus memantau dinamika perekonomian dan menjaga stabilitas melalui kebijakan moneter serta mendorong sektor-sektor produktif agar Sulsel dapat kembali mencatatkan pertumbuhan lebih kuat pada kuartal berikutnya.(*)









