Ekonomi Sulsel Menguat, Lampaui Kinerja Triwulan Sebelumnya

Gamasi, Makassar – Perekonomian Sulawesi Selatan pada Triwulan III 2025 tumbuh sebesar 5,01 persen, meningkat dari triwulan sebelumnya yang tercatat 4,94 persen. Dengan capaian ini, Sulsel berada pada peringkat 19 pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan Bank Indonesia dalam kegiatan BI Bareng Media Triwulan IV 2025, bertema “Perkembangan Ekonomi Sulsel Terkini dan Respon Kebijakan Bank Indonesia”, Senin (17/11/2025) di Goodfiels, Jalan Bontolempangan, Makassar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan menjelaskan, penguatan ekonomi ini mencerminkan aktivitas masyarakat yang terus membaik.
“Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada Triwulan III 2025 mencapai 5,01 persen. Ini menunjukkan penguatan dibanding triwulan sebelumnya dan mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang terus membaik,” ujarnya.

Dari sisi pengeluaran, peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) didorong oleh konsumsi rumah tangga serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Adapun dari sisi lapangan usaha, pertanian masih menjadi sektor penopang utama.
“Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian—khususnya padi dan jagung—menjadi penopang utama. Selain itu, perdagangan juga tumbuh positif seiring meningkatnya distribusi dan penjualan barang,” jelasnya.

Sementara itu, inflasi Sulsel pada Oktober 2025 tercatat 0,10 persen setelah sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,17 persen pada September 2025. Angka tersebut berada di bawah target indikatif inflasi sebesar 0,29 persen month-to-month.

Kenaikan harga emas, daging ayam ras, dan telur menjadi penyumbang inflasi Oktober. Namun tekanan tersebut masih dapat diredam oleh deflasi komoditas tomat dan beras.
“Tekanan kenaikan harga emas, daging ayam ras, dan telur masih dapat tertahan oleh deflasi komoditas tomat dan beras berkat kelancaran pasokan dan optimalnya penyaluran beras SPHP,” tambahnya.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi pengendalian inflasi di daerah.
“Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *