Ekonomi Sulsel Tetap Solid, BI Ungkap Proyeksi Pertumbuhan Lebih Tinggi di 2026

Gamasi, Makassar – Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (KPwBI Sulsel) memaparkan kinerja ekonomi 2025 dan proyeksi 2026 pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, Jumat (28/11). Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Wahyu Purnama A., menyebut ekonomi Sulsel tetap tangguh di tengah ketidakpastian global.

Pada triwulan III 2025, ekonomi Sulsel tumbuh 5,01% (yoy), dengan rata-rata pertumbuhan tahunan mencapai 5,25%. “Kinerja ini menunjukkan ketahanan ekonomi Sulsel tetap kuat,” ujar Wahyu dalam sambutannya.

Tiga sektor yang mendorong pertumbuhan adalah: Pertanian, didukung peningkatan produksi padi dan perikanan, Perdagangan, sejalan membaiknya daya beli masyarakat, Industri Pengolahan, terutama makanan dan minuman.

Sementara itu, inflasi Sulsel sepanjang 2025 stabil di dalam sasaran 2,5±1%, dengan inflasi Oktober tercatat 2,98% (yoy).

Untuk menjaga stabilitas dan mendorong transformasi ekonomi, BI Sulsel memperkuat sinergi dengan Pemprov, TPID, dan lembaga terkait. Sejumlah program yang dijalankan antara lain:

Penguatan pengendalian inflasi melalui SIGAP SULTAN dan perluasan Mini Distribution Centre

Kurasi dan promosi investasi melalui SSIC dan SSIF, dengan total potensi investasi Rp7,90 triliun

Pada November 2025, BI juga menggelar Anging Mamiri Business Fair (AMBF) yang mencatat MoU ekspor UMKM mencapai Rp228,12 miliar dengan buyer dari 17 negara.

BI Sulsel bersama Pemprov terus mengembangkan ekosistem halal melalui kegiatan edukasi, expo, dan sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Sepanjang tahun, telah tersertifikasi 1.100 UMKM, 8 Zona Kuliner Halal Aman dan Sehat, serta business matching senilai Rp10,8 miliar.

Di bidang digitalisasi, Sulsel meraih sejumlah penghargaan Championship P2DD, menandai pertumbuhan ekosistem pembayaran digital.

Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat, BI memastikan ketersediaan uang layak edar hingga wilayah terpencil, termasuk Kepulauan Selayar. Aktivitas edukasi “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” tahun ini menjangkau 196 ribu peserta dan menghasilkan 298 juta interaksi melalui konten digital.

Meski tantangan global masih membayangi, BI Sulsel memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 dapat meningkat ke kisaran 5–5,8%, dengan inflasi tetap terkendali di level 2,5±1%.

“Sinergi, reformasi struktural, dan percepatan belanja daerah menjadi kunci memperkuat ekonomi Sulsel ke depan,” tegas Wahyu.

Dalam PTBI 2025, BI Sulsel memberikan penghargaan kepada mitra terbaik dalam 9 kategori, di antaranya: BPS Sulsel – Asesmen Ekonomi Terbaik, Bappelitbangda Sulsel – Pengembangan Ekonomi, Dinas Ketahanan Pangan – Stabilitas Pangan, BI Corner Unhas & Perpusda Sulsel – Pengelolaan BI Corner, Bank Danamon – Layanan Kas Terbaik, Ponpes IMMIM Putra – Program Ekonomi Syariah, PT Siriman Jaya – UMKM Ekspor, CV Panrita Jaya Group – UMKM Digital. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *