Perkuat Kompetensi Gawat Darurat, Dosen D-IV Keperawatan Anestesiologi Polimerz Ikuti Pelatihan APALS Nasional di Yogyakarta

Gamasi, Makassar — Dosen Program Studi D-IV Keperawatan Anestesiologi Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz) turut ambil bagian dalam pelatihan Advanced Perioperative Anesthesia Life Support (APALS) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Keperawatan Anestesiologi Indonesia (AIPKANI) pada 1–2 Mei 2026 di RSUP Sardjito, Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional dalam penguatan mutu pendidikan Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi (STKA). Pelatihan APALS menjadi sangat strategis mengingat setiap institusi penyelenggara STKA diwajibkan memiliki dosen pengampu mata kuliah Gawat Darurat (GADAR) yang memiliki kompetensi terstandarisasi dalam kajian APALS.

Sebanyak 23 institusi pendidikan STKA dari berbagai wilayah di Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif terkait penanganan kegawatdaruratan perioperatif, termasuk keterampilan klinis, pengambilan keputusan cepat, serta standar keselamatan pasien dalam praktik anestesiologi.

Dosen Keperawatan Anestesiologi Polimerz, Nurhidayat Taman Hadi Kisworo, S.Kep., Ns., M.kep. menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi lulusan, khususnya dalam bidang kegawatdaruratan anestesi.

“Pelatihan APALS tidak hanya memperkuat kapasitas dosen sebagai pengajar, tetapi juga memastikan bahwa kurikulum yang diajarkan selaras dengan standar nasional dan kebutuhan praktik klinis,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh institusi STKA, termasuk Polimerz, mampu menghasilkan tenaga keperawatan anestesiologi yang unggul, profesional, dan siap menghadapi tantangan dalam pelayanan kesehatan, khususnya pada situasi kegawatdaruratan perioperatif.

Partisipasi aktif dalam pelatihan ini sekaligus menjadi komitmen Polimerz dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia, sejalan dengan tuntutan standar kompetensi nasional dan global. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *