Gamasi, Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan tetap terjaga hingga April 2026. Total kredit UMKM yang disalurkan perbankan mencapai Rp61,66 triliun atau setara 36,05 persen dari total kredit perbankan di Sulawesi Selatan.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Moch. Muchlasin, mengatakan dukungan sektor jasa keuangan terhadap perekonomian daerah tercermin dari konsistennya penyaluran kredit kepada sektor UMKM. Meski pertumbuhannya relatif moderat, yakni sebesar 0,31 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sektor UMKM tetap menjadi prioritas pembiayaan perbankan.
“UMKM tetap menjadi fokus utama pembiayaan perbankan mengingat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah, penyerap tenaga kerja, dan penopang aktivitas usaha masyarakat,” kata Muchlasin.
Berdasarkan skala usaha, penyaluran kredit UMKM di Sulawesi Selatan masih didominasi oleh segmen usaha mikro dengan pangsa sebesar 56,75 persen. Selanjutnya, usaha kecil menyumbang 28,64 persen, sementara usaha menengah sebesar 14,62 persen.
Menurut Muchlasin, dominasi pembiayaan pada segmen usaha mikro menunjukkan tingginya kebutuhan akses permodalan bagi pelaku usaha berskala kecil. Kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang untuk terus memperkuat ekosistem pembiayaan dan pendampingan usaha agar semakin banyak UMKM yang mampu berkembang dan naik kelas.
Hingga April 2026, kredit UMKM di Sulawesi Selatan telah disalurkan kepada sebanyak 904.541 debitur. OJK berharap dukungan pembiayaan yang berkelanjutan dapat memperkuat daya saing UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif. (*)








