Gamasi, SINJAI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat pesisir melalui penguatan program inklusi keuangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkenalkan layanan Agen Laku Pandai kepada masyarakat Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai.
Kegiatan yang dilaksanakan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia tersebut tidak hanya memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, tetapi juga memperkenalkan berbagai layanan keuangan formal yang dapat diakses masyarakat melalui Lembaga Jasa Keuangan (LJK).
OJK menjelaskan bahwa Agen Laku Pandai menjadi perpanjangan layanan perbankan hingga ke wilayah pedesaan dan pesisir. Melalui agen tersebut, masyarakat dapat membuka rekening, melakukan transaksi perbankan, pembayaran, serta memanfaatkan berbagai layanan keuangan lainnya dengan lebih mudah, aman, dan terjangkau.
Di Kabupaten Sinjai, jaringan Agen Laku Pandai terus berkembang dengan jumlah mencapai 1.403 agen. Jumlah tersebut terdiri atas 1.169 Agen BRILink, 91 Mandiri Agen, 93 BSI Smart, dan 50 Agen46 milik BNI.
Kepala OJK Sulsel Sulbar, Moch. Muchlasin, mengatakan perluasan akses terhadap layanan keuangan formal harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat.
“Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keuangan keluarga secara berkelanjutan,” katanya.
Melalui keberadaan Agen Laku Pandai, OJK berharap semakin banyak masyarakat di wilayah pesisir yang memanfaatkan layanan keuangan formal sekaligus terhindar dari praktik keuangan ilegal.
Ke depan, OJK Sulsel Sulbar akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas jangkauan program literasi dan inklusi keuangan hingga menjangkau masyarakat di wilayah pesisir, pedesaan, dan kelompok rentan. (*)









