Penyaluran KUR di Sidrap Dievaluasi, Pembiayaan Sektor Beras dan Peternakan Jadi Prioritas

GAMASI, SIDENRENG RAPPANG – Optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi sektor produktif menjadi salah satu fokus utama dalam audiensi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang di Kantor Bupati, Selasa (7/7).

Audiensi tersebut dihadiri Kepala OJK Sulsel Sulbar Moch. Muchlasin, perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Selatan, Kantor Perwakilan LPS III Sulampua, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), serta Bupati Sidenreng Rappang H. Syaharuddin Alrif.

Pertemuan membahas perkembangan ekonomi daerah sekaligus mengevaluasi penyaluran KUR sebagai instrumen strategis untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM dan sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak ekonomi Kabupaten Sidrap.

Kepala OJK Sulsel Sulbar Moch. Muchlasin mengatakan, penyaluran pembiayaan perlu didukung melalui penguatan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) agar semakin banyak masyarakat memperoleh layanan keuangan yang legal dan mudah diakses.

“Melalui penguatan peran TPAKD, OJK terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, memperluas akses pembiayaan produktif bagi masyarakat dan pelaku usaha, serta memastikan tersedianya produk dan layanan jasa keuangan yang legal, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dalam pembahasan tersebut, seluruh pihak sepakat bahwa penyaluran KUR harus semakin difokuskan pada sektor-sektor yang mampu meningkatkan produktivitas usaha, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif menyebut dukungan pembiayaan sangat dibutuhkan untuk memperkuat komoditas unggulan daerah, khususnya sektor perberasan dan peternakan telur yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, OJK, DJPb, LPS, dan industri jasa keuangan perlu terus diperkuat agar pelaku UMKM semakin mudah memperoleh akses pembiayaan formal, sekaligus meningkatkan daya saing usaha dan kesejahteraan masyarakat.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di daerah, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidenreng Rappang yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *