Gamasi, Makassar – Makassar, 22 Juli 2026 – Universitas Megarezky (Unimerz) menerima kunjungan Tim LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara dalam rangka verifikasi dokumen penyatuan perguruan tinggi antara Universitas Megarezky dengan STIE Makassar Maju sekaligus verifikasi usulan pembukaan tiga program studi (prodi) baru. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rektorat Universitas Megarezky, Jalan Antang Raya, Makassar, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri Pembina Yayasan Pendidikan Islam Megarezky H. Alimuddin, Sekretaris Yayasan Pendidikan Islam Megarezky Siti Nurul Haliza, Rektor Universitas Megarezky beserta jajaran pimpinan universitas, calon dosen serta Tim LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara.
Sekretaris Yayasan Pendidikan Islam Megarezky, Siti Nurul Haliza, menyampaikan apresiasi kepada Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara beserta tim yang telah meluangkan waktu melakukan verifikasi dokumen di Universitas Megarezky.
“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas perhatian, dukungan, serta pendampingan yang selama ini diberikan LLDIKTI kepada Universitas Megarezky. Kami berharap proses verifikasi hari ini berjalan lancar sehingga penyatuan perguruan tinggi dan pembukaan tiga program studi baru dapat segera memperoleh persetujuan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Andi Wali Takhri, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi usulan penyatuan STIE Makassar Maju ke dalam Universitas Megarezky. Bersamaan dengan proses tersebut, Unimerz juga mengusulkan pembukaan tiga program studi baru, yakni S1 Psikologi, S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), dan S1 Ilmu Komunikasi.
Menurut Andi Wali Takhri, kebijakan penyatuan perguruan tinggi merupakan strategi pemerintah untuk memperkuat kelembagaan perguruan tinggi agar semakin maju, berkembang, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
“Tujuan utama penyatuan ini adalah memperkuat perguruan tinggi. Dengan kelembagaan yang semakin kuat, tata kelola dan kualitas akademik juga akan semakin baik sehingga kampus dapat terus berkembang dari tahun ke tahun,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada perguruan tinggi yang melakukan penggabungan atau penyatuan dengan memberikan kesempatan mengusulkan pembukaan maksimal tiga program studi baru.
“Dalam usulan kali ini, Universitas Megarezky mengajukan tiga program studi baru, yaitu S1 Psikologi, S1 PG PAUD, dan S1 Ilmu Komunikasi. Ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan perguruan tinggi,” jelasnya.
Saat ini Universitas Megarezky memiliki 34 program studi. Jika usulan tersebut disetujui, maka jumlah program studi di Unimerz akan bertambah menjadi 37 program studi, sehingga semakin memperkuat kapasitas akademik dan memperluas pilihan pendidikan bagi masyarakat.
Andi Wali Takhri menambahkan, penambahan program studi tidak hanya berdampak pada bertambahnya jumlah dosen, mahasiswa, dan lulusan, tetapi juga membuka peluang kerja baru serta mendorong lahirnya lulusan yang mampu berinovasi dan menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor.
Ia berharap, apabila seluruh dokumen hasil verifikasi telah memenuhi persyaratan, usulan penyatuan perguruan tinggi dan pembukaan tiga program studi baru tersebut dapat segera diproses ke kementerian sesuai mekanisme yang berlaku.
Dengan pengalaman Universitas Megarezky yang sebelumnya telah bertransformasi dari penggabungan dua sekolah tinggi menjadi universitas, proses penyatuan kali ini diharapkan semakin memperkuat posisi Unimerz sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang dan berdaya saing.(*)









