Pendidikan yang berhasil tidak dibangun oleh sekolah seorang diri. Di balik tumbuh kembang peserta didik, terdapat kolaborasi yang harus berjalan seiring antara sekolah dan keluarga. Atas dasar itu, SMP Islam Athirah Makassar menggelar Welcoming Day sebagai ruang menyamakan visi, mempererat komunikasi, sekaligus membangun kemitraan dengan orang tua siswa dalam mengawal proses pendidikan selama satu tahun ajaran.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (24/7/2026) tersebut diikuti orang tua siswa kelas VII, VIII, dan IX. Antusiasme peserta terlihat sejak sebelum registrasi dibuka hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Tahun ini, jumlah kehadiran orang tua juga meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya, menunjukkan tingginya kepedulian keluarga terhadap pendidikan anak.
Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Kajaolalido, Patris Hasanuddin, menegaskan bahwa pendidikan merupakan amanah yang tidak dapat dipikul sekolah tanpa dukungan keluarga. Mengutip Surah At-Tahrim ayat 6, ia mengajak orang tua menjadikan pendidikan sebagai ikhtiar bersama dalam menjaga dan membimbing generasi.
“Salah satu upaya untuk melaksanakan perintah Allah SWT ini adalah dengan memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak kita,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, orang tua juga memperoleh gambaran menyeluruh mengenai arah pendidikan di Sekolah Islam Athirah. Kepala Departemen Kurikulum Sekolah Islam Athirah, Saharuddin, memaparkan implementasi Kurikulum AIHES, Kurikulum Adab, Program TOSA, hingga layanan pendidikan inklusi yang menjadi bagian dari penguatan karakter dan kompetensi peserta didik.
Sementara itu, Kepala SMP Islam Athirah Makassar, Nila Martini, memperkenalkan jaminan mutu sekolah beserta berbagai program pembelajaran yang akan dijalankan selama satu tahun ajaran. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan guru dan tenaga kependidikan, khususnya kepada orang tua peserta didik baru kelas VII.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dalam forum kelas. Melalui pertemuan bersama wali kelas, orang tua memperoleh penjelasan mengenai tata tertib sekolah, program pembinaan di setiap jenjang, serta pembentukan Forum Komunikasi Kelas (FKK) sebagai wadah kolaborasi dan komunikasi yang berkelanjutan antara sekolah dan keluarga.
Salah seorang orang tua siswa kelas IX Ibnu Al-Haitsam, Riska, menilai Welcoming Day memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai program sekolah sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan guru.
“Welcoming Day ini membuat kami mengetahui rencana kegiatan anak selama satu tahun ke depan sekaligus menjadi ajang saling mengenal agar komunikasi antara orang tua dan guru semakin baik,” tuturnya.
Ketua panitia, Zaenal, mengatakan Welcoming Day tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga bagian dari upaya sekolah membangun ekosistem pendidikan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Lewat kegiatan ini, SMP Islam Athirah Makassar menegaskan bahwa hubungan yang erat antara sekolah dan orang tua merupakan fondasi penting dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.









