oleh

Budidaya cabai di lorong ini hasilkan Rp10 Juta setiap panen

-BERITA GAMASI-6.375 DIBACA

Program Badan Usaha Lorong (BULo) yang memanfaatkan lahan sempit kini mulai dirasakan hasilnya oleh warga. Seperti warga di Jalan Pattukangan Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, yang membudidayakan cabai.

Sedikitnya 600 pot cabai ditanam warga pada halaman kosong di sekitar permukiman. Dan hanya butuh waktu dua bulan, cabe sudah dapat dipanen.

“Saya manfaatkan lahan sempit (lorong), butuh waktu 2 bulan sudah dapat di panen, ” ucap Ifa, salah seorang warga setempat, Jumat (14/7).

Dari hasil panen, warga kemudian bisa mendapatkan keuntungan. Cabai-cabai tersebut dijual antara lain di pasar-pasar terdekat.

“Alhamdullilah, hasilnya ada bisa capai tujuh juta rupiah,” katanya.

Ke depan, rencananya di tempat yang sama akan ditambah hingga 3.400 tanaman cabe dalam bentuk pot, yang akan di simpan di lorong-lorong warga.

Sementara itu, Ketua kelompok tani Abdul Rahman mengatakan, pengembangan cabe binaan Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) Kota Makassar di wilayahnya sangat dirasakan manfaatnya oleh warga

Bahkan menurut dia sudah dua tahun berjalan ini lahan yang ada di wilayahnya sudah berkembang hingga 30 hektar.

“Dilahan tersebut ditanami berbagai macam variasi cabe, mulai dari cabai keriting, cabai besar, dan cabai kecil. Dengan pendapatan puluhan juta tiap bulannya.” jelasnya. (NIA)

(AP) Sumber :https://makassar.merdeka.com/kabar-makassar/embarkasi-makassar-siap-layani-15-ribu-jemaah-haji-170715i.html

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT