Unimerz Resmi Buka Fakultas Kedokteran, Kantongi SK Kemendiktisaintek untuk Prodi Kedokteran dan Profesi Dokter

Gamasi, Makassar – Universitas Megarezky (Unimerz) resmi memperoleh Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 897/B/O/2026 tentang pembukaan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter. Terbitnya SK tersebut menandai babak baru dalam perjalanan Unimerz sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen memperkuat pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi Universitas Megarezky dalam memperluas kontribusinya terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui pencetakan dokter yang profesional, kompeten, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Perolehan izin tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani selama kurang lebih satu tahun. Universitas Megarezky telah memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari penyusunan dokumen usulan, pemenuhan standar akademik, penyediaan sumber daya manusia, pengembangan kurikulum, penyediaan sarana dan prasarana, hingga pelaksanaan visitasi lapangan oleh tim Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultanbatara.

Rektor Universitas Megarezky, Prof. Dr. H. Anwar Ramli, S.E., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas terbitnya SK pembukaan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter.

“Alhamdulillah, terbitnya SK ini merupakan anugerah sekaligus amanah besar bagi Universitas Megarezky. Kami berkomitmen menghadirkan pendidikan kedokteran yang bermutu, menghasilkan lulusan yang profesional dan berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya di Indonesia Timur,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Mega Rezky Makassar, Adv. Moch Noer Alim Qalby, S.H., LL.M., menyebut capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh sivitas akademika Universitas Megarezky, yayasan, serta dukungan berbagai pihak yang turut mengawal proses pembukaan Program Studi Kedokteran.

“Alhamdulillah, ikhtiar yang telah kami lakukan selama kurang lebih satu tahun akhirnya membuahkan hasil. Universitas Megarezky kini resmi memiliki Fakultas Kedokteran. Semoga kehadiran Fakultas Kedokteran Unimerz membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat serta menjadi kontribusi nyata dalam mencetak dokter-dokter yang berkualitas. Kami juga berharap setiap manfaat yang lahir dari Fakultas Kedokteran ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuk Almarhumah Hj. Suryani. Bismillah. Al-Fatihah,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran Program Studi Kedokteran merupakan bagian dari komitmen Yayasan Pendidikan Islam Mega Rezky Makassar dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperkuat sektor kesehatan melalui penyediaan tenaga medis yang kompeten dan berdaya saing.

Dalam waktu dekat, SK tersebut dijadwalkan akan diserahkan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kepada Universitas Megarezky. Setelah itu, universitas akan menindaklanjuti berbagai tahapan penyelenggaraan akademik sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk mempersiapkan penerimaan mahasiswa angkatan pertama.

Dengan diterbitkannya SK Nomor 897/B/O/2026, Universitas Megarezky semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan ilmu kesehatan. Kehadiran Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan kedokteran yang berkualitas sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tenaga dokter di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Universitas Megarezky juga optimistis mampu menghasilkan lulusan dokter yang unggul, profesional, beretika, serta siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Optimisme tersebut didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, fasilitas pendidikan yang memadai, serta jejaring kerja sama dengan berbagai rumah sakit pendidikan dan institusi layanan kesehatan sebagai wahana pembelajaran klinik bagi calon dokter. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *